Perjalanan DM BYD: 4,6 Juta Unit NEV Tersebar Global
JAKARTA — BYD mulai mengembangkan teknologi Dual Mode (DM) sejak 2008 dan terus menyempurnakannya hingga kini. Perjalanan itu membawa BYD menjadi pemimpin global kendaraan energi baru, dengan penjualan lebih dari 4,6 juta unit NEV pada 2025 dan total lebih dari 16 juta unit secara kumulatif. Teknologi DM, kini pada generasi DM 5.0, mengubah pendekatan berkendara menuju electric-first dan meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.
Sejarah singkat dan perkembangan
Teknologi DM diperkenalkan pertama kali pada 2008 melalui generasi awal DM 1.0. Sejak itu BYD menjalankan riset dan pengembangan yang intensif selama lebih dari dua dekade. Perbaikan berkelanjutan fokus pada integrasi motor listrik dan mesin pembakaran internal untuk meningkatkan efisiensi dan performa.
Peralihan dari sistem hybrid awal ke arsitektur electric-first tercapai pada generasi terbaru DM 5.0, yang diperkenalkan pada 2024. Perubahan ini membuat kendaraan lebih hemat energi dan lebih fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.
Generasi DM: dari 1.0 ke 5.0
Setiap generasi DM menambah kecanggihan sistem kontrol, manajemen baterai, dan integrasi perangkat lunak. DM 5.0 menempatkan motor listrik sebagai prioritas utama, sehingga mesin pembakaran menjadi pendukung saat diperlukan.
Pembaruan ini meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi, dan memperpanjang jangkauan berkendara dalam mode listrik. Hasilnya, pengalaman berkendara menjadi lebih responsif dan hemat energi.
Data penjualan dan jangkauan global
BYD mencatatkan capaian signifikan: lebih dari 4,6 juta unit NEV terjual pada 2025 dan total penjualan kendaraan energi baru melampaui 16 juta unit di seluruh dunia. Produk BYD kini tersedia di lebih dari 121 negara dan wilayah.
Secara khusus, BYD juga melaporkan lebih dari 7 juta unit kendaraan PHEV kumulatif yang mencerminkan posisi perusahaan sebagai pionir di segmen plug-in hybrid.
Dampak dan prospek di Indonesia
Di pasar Indonesia, ekspansi jaringan dan dukungan inisiatif lokal semakin memperkuat kehadiran BYD. Sejumlah fasilitas dan mitra dealer mendukung aksesibilitas layanan purna jual dan penyebaran infrastruktur pengisian.
Ke depan, adaptasi teknologi DM yang berorientasi listrik diperkirakan mendorong pengurangan emisi dan meningkatkan adopsi kendaraan energi baru di pasar domestik. Langkah selanjutnya meliputi pengembangan ekosistem pengisian dan peningkatan layanan lokal.
Secara keseluruhan, evolusi DM BYD dari 2008 ke DM 5.0 menunjukkan pergeseran strategi industri otomotif menuju elektrifikasi penuh dan menegaskan posisi BYD sebagai pelopor dalam transformasi energi kendaraan global.
Berita Terkait
5 Tips Aman dan Irit Berkendara Motor Listrik Honda
WMS memberi 5 tips agar motor listrik Honda lebih awet dan irit, termasuk penggunaan gas bertahap dan menjag...
Harga iCar V23 Rp389.9 Juta, Servis & Suku Cadang Gratis 5 Tahun
iCar V23 resmi dijual mulai Rp389.9 juta di Indonesia, tersedia tiga varian dan mendapat servis serta suku c...
AHDC 2026 di Tasikmalaya: 2 Rider AHRT Berbagi Ilmu di SMKN 4
Dua rider AHRT dan tim AHM-DAM menggelar AHDC Goes to School di SMKN 4 Tasikmalaya, 23 Mei 2026, dengan eduk...
PEVS 2026 Hadirkan Teknologi dan Tren Kendaraan Listrik
PEVS 2026 digelar 29 Okt–1 Nov di JIExpo Kemayoran untuk menampilkan teknologi kendaraan listrik dan mendoro...
BYD Haka Kebon Jeruk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
BYD Haka Kebon Jeruk memperkuat dukungan ekosistem kendaraan listrik di Jakarta Barat lewat fasilitas 3S, SP...
TEFA Astra Honda Buka Jalan Pelajar Riau Naik Kelas dan Siap Kerja
Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau resmi beroperasi, menyiapkan pelajar Riau siap kerja dan memperluas layanan...