Ketum PB Akuatik Dukung Skema Anggaran Pelatnas Multiyears
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penganggaran Pelatnas dengan skema multiyears. Menurut Anindya, langkah ini diperlukan untuk membangun pembinaan jangka panjang yang konsisten demi melahirkan atlet-akuatik berprestasi di kancah internasional.
Alasan dukungan
Anindya menekankan bahwa prestasi dunia tidak tercapai secara instan. Pembinaan yang terencana dan pendanaan berkelanjutan menjadi prasyarat utama. Ia menyatakan bahwa alokasi anggaran tahunan saja tidak cukup untuk proses pembibitan, pengembangan teknik, dan persiapan kompetisi internasional.
Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun.
Cakupan cabang dan kebutuhan pembinaan
PB Akuatik membawahi beberapa cabang olahraga air yang memerlukan pendekatan dan kalender pembinaan berbeda. Perencanaan multiyears akan memberi ruang bagi setiap cabang untuk membangun bibit dan program pengembangan yang berkelanjutan.
- Renang
- Polo air
- Loncat indah
- Renang artistik
- Renang perairan terbuka
Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan.
Road map dan sinkronisasi kebijakan
Anindya menyebut PB Akuatik telah menyusun peta jalan pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Menurutnya, roadmap itu penting agar target jangka menengah dan panjang jelas serta aliran dana dapat diukur hasilnya.
Dampak dan prospek
Dengan pendanaan multiyears, PB Akuatik berharap program pembibitan dan pembinaan menjadi lebih terstruktur. Anindya optimistis skema ini bisa memperbesar peluang atlet Indonesia untuk meraih medali pada kompetisi internasional dan mengangkat nama bangsa.
Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia.
Skema anggaran jangka panjang yang disuarakan PB Akuatik menempatkan fokus pada kontinuitas program dan kesiapan atlet. Ke depan, realisasi kebijakan ini akan bergantung pada kesepahaman antarpemangku kepentingan dan alokasi anggaran yang konsisten dari pemerintah.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Piala Dunia 2026 Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Indonesia hingga Rp4 Triliun
Piala Dunia 2026 diperkirakan menggerakkan ekonomi Indonesia hingga Rp3–4 triliun lewat lonjakan konsumsi da...
Piala Dunia 2026: Inggris Juara Grup L Usai Tekuk Panama 2-0
Inggris menang 2-0 atas Panama di New York, 28 Juni 2026, dan jadi juara Grup L. Kroasia juga lolos setelah...
Kroasia Bungkam Ghana 2-1, Peluang ke Babak Gugur Terjaga
Kroasia menang 2-1 atas Ghana (28 Juni 2026), menjaga kans lolos ke babak gugur setelah gol Sučić, Luckassen...
Kane Bawa Inggris Unggul 2-0 atas Panama di Piala Dunia 2026
Harry Kane mencetak gol kedua yang membawa Inggris unggul 2-0 atas Panama di laga terakhir Grup L Piala Duni...
Preview RD Kongo vs Uzbekistan: Laga Penentuan Grup K
RD Kongo dan Uzbekistan bertemu di Atlanta Stadium, 28 Juni 2026; laga penentuan Grup K untuk tiket 32 besar...
Kroasia Unggul atas Ghana: Sucic Cetak Gol di Menit 31
Kroasia memimpin Ghana 1-0 lewat gol Petar Sucic pada menit 31 di laga Grup L Piala Dunia 2026 di Philadelph...