Revans Manis: Timnas Basket Putri U-18 Raih Perunggu atas India
Timnas Basket Putri Indonesia U-18 menutup FIBA U-18 Women's Asia Cup 2026 Division B dengan meraih medali perunggu usai mengalahkan India 70-50 di Stadion Nimibutr, Bangkok, Minggu, 19 Juli 2026. Kemenangan ini sekaligus revans atas kekalahan di fase grup dan memastikan posisi ketiga meski promosi ke Divisi A belum terpenuhi.
Jalannya pertandingan
Indonesia membuka pertandingan dengan ritme baik dan menutup kuarter pertama unggul tipis 12-11. India bangkit pada kuarter kedua dan menutup babak pertama unggul 29-28 setelah tampil lebih efektif.
Memasuki kuarter ketiga, Tim Merah Putih meningkatkan intensitas. Indonesia mencetak 24 poin sementara India hanya menambah 11 angka, sehingga unggul 52-40. Dominasi berlanjut di kuarter keempat, ketika Indonesia menambah 18 poin dan India hanya mencetak 10, hingga pertandingan usai dengan skor 70-50.
Performa dan catatan turnamen
Dengan hasil ini, Indonesia mengakhiri kompetisi dengan catatan empat kemenangan dan dua kekalahan dari enam laga. Konsistensi serangan dan peningkatan di kuarter ketiga menjadi kunci keberhasilan pada laga perebutan peringkat ketiga.
- Kemenangan: Oman, Thailand, Samoa, India (perebutan peringkat ketiga)
- Kekalahan: India (fase grup), Lebanon (semifinal)
Kata pelatih
“Dari awal saya tekankan kepada anak-anak bahwa kalau kita tidak ikut turnamen ini sebagai partisipan. Kita akan fight dengan semua lawan yang ada,” ujar pelatih Fredy.
Fredy menambahkan bahwa pengalaman di Bangkok memberi pelajaran berharga bagi para pemain muda. Ia menilai intensitas di level internasional tinggi, namun tim menunjukkan potensi yang besar.
“Anak-anak Indonesia punya potensi besar untuk berkompetisi di level internasional. Saya yakin pertandingan di Bangkok ini menjadi modal yang sangat baik untuk meningkatkan talenta-talenta yang ada di Indonesia,” kata Fredy.
Dampak dan prospek ke depan
Medali perunggu ini memberi indikator positif bagi pengembangan pemain muda putri. Meski target promosi belum tercapai, pengalaman menghadapi lawan kuat seperti India dan Lebanon menjadi bahan evaluasi teknis dan fisik.
Kedepan, fokus tim kemungkinan besar akan pada peningkatan intensitas latihan, penguatan strategi di kuarter krusial, dan persiapan menghadapi kompetisi internasional berikutnya sebagai langkah lanjutan untuk mencapai Divisi A.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Evenepoel Menangi Etape 15 Tour de France, Naik ke Posisi Kedua
Evenepoel menang Etape 15 Tour de France (19 Juli 2026), mengalahkan Pogacar dan naik ke posisi kedua klasem...
Antonius Puji Perjuangan Fajar/Fikri, Juara Japan Open 2026
Antonius memuji Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri usai juara Japan Open 2026 dan berharap mereka tetap fokus je...
Tom Cruise Sampaikan Pesan Khusus di Closing Piala Dunia 2026
Tom Cruise tampil di Closing Ceremony Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey dan menyerukan pesan persatuan...
Marshall Munetsi Kembali ke Wolves, Targetkan Promosi
Marshall Munetsi kembali ke Wolves setelah dipinjam ke Paris FC, menargetkan mengantar klub promosi ke Premi...
Komisi VII Gaungkan Mimpi Indonesia ke Piala Dunia
Komisi VII DPR mengajak masyarakat mewujudkan mimpi agar Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia, disuarakan...
Rekor 38 Laga Tanpa Kalah, Spanyol Jadi Raja Eropa dan Dunia
Spanyol juara Piala Dunia 2026 dan mencatat rekor 38 laga tanpa kalah, usai mengalahkan Argentina 1-0 di fin...