Olahraga

Xavi Debut sebagai Pelatih Belanda, Usung Filosofi Sepak Bola Spanyol

Bagikan:

Xavi Hernandez akan memulai tugasnya sebagai pelatih timnas Belanda pada Jumat, 25 September 2026, saat menghadapi Jerman di Amsterdam. Ia menjadi pelatih asing pertama yang memimpin Belanda sejak Piala Dunia 1978. Kontraknya tercatat selama empat tahun dan fokus utama adalah mengembalikan nilai-nilai penguasaan bola dan permainan dominan.

Langkah pertama dan kontrak

Xavi, mantan gelandang dan pelatih Barcelona, ditunjuk untuk mengubah pendekatan permainan Tim Oranye. Pengurus federasi berharap pengalaman dan gagasan taktisnya bisa menambah dimensi teknik, disiplin, dan kreativitas skuad. Kontrak empat tahun memberi Xavi waktu untuk menerapkan model permainan yang diinginkan.

Perubahan filosofi permainan

Xavi membawa filosofi yang menekankan penguasaan bola, posisi, tekanan, persepsi, serta gairah. Menurutnya, kombinasi elemen itu penting untuk memenangkan pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa dominasi tidak selalu identik dengan menyerang terus-menerus; dominasi bisa diwujudkan lewat organisasi bertahan yang baik.

"Anda memerlukan penguasaan bola untuk memenangkan pertandingan, posisi yang tepat, menekan saat kehilangan bola, dan persepsi untuk memahami permainan, tapi tanpa gairah Anda tidak bisa bermain sepak bola,"

Respon federasi dan pemain

Nigel de Jong, direktur teknik asosiasi sepak bola Belanda, menyatakan keyakinannya pada gaya permainan yang akan diusung Xavi. De Jong menekankan pentingnya kembali ke gaya yang dominan dan menghibur.

"Ini tentang bagaimana kami di Belanda ingin bermain sepak bola. Itu berarti bermain dominan dan menjadi menarik,"

De Jong menambahkan bahwa dominasi juga harus tercapai saat melakukan pertahanan.

Pemain seperti Tijjani Reijnders langsung merasakan dorongan semangat dari metode baru Xavi. Reijnders menyebut pertemuan awal memberi dorongan kuat bagi para pemain untuk segera mencoba pendekatan tersebut di lapangan.

"Setelah pertemuan pertama, saya langsung merasa ingin keluar ke lapangan. Ide-ide baru dan cara baru bermain sepak bola,"

Target dan agenda kompetitif

Xavi menegaskan bahwa hasil tetap menjadi tujuan akhir. Ia melihat potensi dalam skuad saat ini dan ingin mengembalikan karakter permainan menyerang Belanda. Selain laga melawan Jerman, tim akan menjalani tiga pertandingan Nations League berikutnya yang menjadi tempat uji coba implementasi modelnya.

"Saya pikir pasti ada potensi dalam skuad ini,"

Penutup: Implikasi jangka panjang

Penunjukan Xavi menandai perubahan signifikan dalam arah taktik timnas Belanda. Dengan kontrak jangka menengah, federasi memberi waktu untuk perubahan struktural. Keberhasilan awal pada laga-laga Nations League akan menjadi indikator sejauh mana filosofi Spanyol itu bisa menyatu dengan tradisi sepak bola Belanda.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait