Lokal

Wawali Sabang Ajak FPK Se-Aceh Perkuat Koordinasi Jaga Persatuan

Bagikan:
Wakil Wali Kota Sabang membuka Rakor FPK Se-Aceh di Aula Pulau Weh

Sabang — Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman Aceh. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Se-Aceh, Rabu (7/10), di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang. Kegiatan dihadiri pejabat Kesbangpol Aceh dan berbagai perwakilan FPK dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Rakor FPK Se-Aceh digelar di Sabang

Rapat koordinasi menghadirkan Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Dr. Munawar, M.A., serta Ketua FPK Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A. Hadir pula Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Sabang, para Kepala Badan Kesbangpol se-Aceh, dan Ketua FPK dari berbagai daerah. Rakor bertujuan memperkuat jejaring komunikasi antarforkom pembauran kebangsaan di provinsi tersebut.

Peran FPK dalam menjaga keberagaman

Suradji menilai keberagaman suku, budaya, adat istiadat, bahasa, agama, dan latar belakang sosial adalah kekayaan Aceh yang harus dijaga bersama. Dia menegaskan peran FPK sebagai ruang komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat. Menurutnya, pembauran kebangsaan bukan menghapus perbedaan, melainkan menjadikannya sumber kekuatan.

"Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pembauran kebangsaan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati dan memiliki semangat kebersamaan," ujar Suradji.

Tantangan era digital dan pentingnya literasi

Wakil Wali Kota juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Informasi yang tersebar cepat tidak selalu akurat dan berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu, ia mengajak FPK se-Aceh memperkuat komunikasi, literasi, dan kewaspadaan publik terkait arus informasi.

"Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang menjadi alasan bagi kita untuk saling menjauh. Sebaliknya, mari kita kedepankan semangat persaudaraan, musyawarah, gotong royong dan saling menghormati," kata Suradji.

Harapan hasil rakor dan langkah konkret

Suradji berharap rakor tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata yang dapat diterapkan di masing-masing daerah. Ia mengajak peserta memanfaatkan momentum untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, dan membangun jaringan komunikasi antarforkom. Dengan demikian, Aceh diharapkan menjadi wilayah yang aman, damai, harmonis, dan inklusif.

Penutup: Rakor diharapkan mendorong implementasi program pembauran kebangsaan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait