Menpora Jelaskan Alasan Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
Menpora Erick Thohir menyatakan Stadion Si Jalak Harupat dipilih menjadi salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026 karena memenuhi penilaian FIFA dan kesiapan fasilitas yang memenuhi standar internasional. Pernyataan itu disampaikan menjelang pelaksanaan ajang regional tersebut pada 2026.
Alasan pemilihan stadion
Menurut Menpora, keputusan penunjukan tidak semata keputusan nasional melainkan berdasarkan evaluasi teknis dari FIFA. Selain memenuhi persyaratan teknis, stadion ini memiliki rekam jejak menjadi tuan rumah kompetisi internasional.
"Penilaiannya tidak dari kami, tetapi dari FIFA, tentu dukungan pemerintah daerah membantu perkembangan sepak bola nasional. Stadion ini juga sudah berskala internasional ketika kita menyelenggarakan banyak event, salah satunya kejuaraan dunia U-17 nasional,"
— Erick Thohir, Menpora, Jumat, 25 September 2026.
Kesiapan fasilitas
Erick menyebut beberapa indikator kesiapan, termasuk kondisi empat ruang ganti yang dinilai baik dan fasilitas pendukung lainnya. Penataan infrastruktur dan perawatan rutin membuat stadion siap untuk pertandingan berkelas internasional.
Dia menekankan pentingnya standar internasional agar pertandingan berjalan lancar dan aman bagi pemain serta penonton.
Investasi dan kontinuitas program
Menpora juga menyoroti aspek investasi. Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah harus diiringi program berkelanjutan agar fasilitas tidak menganggur setelah even besar berakhir.
"Kita akan terus menjaga bagaimana pemerintah pusat atau daerah berinvestasi pada sepak bola ataupun stadion ini. Perlu ada kontinuitas daripada programnya atau pertandingan-pertandingannya, agar investasi yang dilakukan tetap memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,"
Ia menilai keberlanjutan agenda dan pemanfaatan fasilitas menjadi kunci agar manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas lokal terus terjaga.
Dukungan daerah dan dampak bagi sepak bola nasional
Pemilihan Si Jalak Harupat juga mendapat dukungan pemerintah daerah yang aktif mendukung pengembangan sepak bola. Dukungan tersebut dianggap memperkuat ekosistem olahraga di tingkat daerah dan nasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan menjadi peluang menunjukkan kesiapan fasilitas Indonesia sekaligus mendorong penggunaan fasilitas olahraga secara berkelanjutan melalui rangkaian pertandingan internasional berikutnya.
Dengan kriteria teknis yang dipenuhi dan dukungan berkelanjutan, Si Jalak Harupat dinilai tetap relevan sebagai salah satu venue pilihan untuk pertandingan internasional di Indonesia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Xavi Optimis Usai Belanda Imbang 1-1 Lawan Jerman
Xavi optimis setelah Belanda imbang 1-1 lawan Jerman di Johan Cruyff Arena, memuji debutan dan menyorot peni...
Garudayaksa FC Rekrut Dua Pemain Muda untuk BRI Super League
Garudayaksa FC resmi merekrut Azizu Milanesta dan Tristan Raissa Ibrahim untuk memperkuat skuad jelang BRI S...
Gakpo Selamatkan Belanda 1-1 vs Jerman di Debut Xavi dan Klopp
Cody Gakpo menyamakan pada menit ke-92, membawa Belanda imbang 1-1 lawan Jerman di debut Xavi dan Klopp, Jum...
Peluang Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Estu Santoso menilai Timnas Indonesia berpeluang besar juarai FIFA ASEAN Cup 2026 berkat kedalaman skuad; la...
Debut Klopp dan Xabi Hernandez Berakhir Imbang 1-1
Jurgen Klopp dan Xabi Hernandez menjalani debut sebagai pelatih Jerman dan Belanda, bertemu di Johan Cruyff...
Timnas Indonesia Yakin Bisa Kalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup
Pengamat optimis Timnas Indonesia berpeluang menang lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, kunci: fokus pem...