FIFA Usulkan Satu Lempar Koin untuk Adu Penalti Piala Dunia 2026
FIFA mengajukan perubahan aturan adu penalti kepada IFAB menjelang fase gugur Piala Dunia 2026. Jika disetujui, hanya akan ada satu kali lempar koin sebelum adu penalti untuk menentukan giliran menendang atau sisi gawang. Keputusan ini perlu diambil sebelum babak gugur yang dijadwalkan mulai 29 Juni bergulir.
Ringkasan usulan
Usulan bertujuan menyederhanakan prosedur pra-penalti yang saat ini melibatkan dua lempar koin. Perubahan itu hanya merombak mekanisme undian; tata cara pelaksanaan tendangan penalti tetap sama.
Perubahan mekanisme lempar koin
Saat ini ada dua lemparan koin sebelum adu penalti: satu untuk menentukan gawang, dan satu untuk menentukan tim yang menendang lebih dulu. Proposal FIFA menghapus salah satu lemparan sehingga satu hasil undian menentukan kedua aspek tersebut.
"FIFA ingin menyederhanakan prosedur tersebut dengan menghapus satu dari dua lemparan koin yang berlaku. Jika proposal disetujui, hanya akan ada satu kali lempar koin sebelum adu penalti dimulai,"
Alasan dan potensi dampak
FIFA menilai langkah ini membuat persiapan adu penalti lebih praktis dan efisien tanpa mengurangi kompetisi. Perubahan kecil itu dianggap dapat mempercepat rutinitas sebelum tendangan dan mengurangi kebingungan di lapangan.
Peran adu penalti kerap krusial dalam turnamen besar. Misalnya, Piala Dunia 2022 menampilkan beberapa momen penting yang ditentukan lewat penalti, termasuk laga final dan perempat final yang memengaruhi jalur juara.
Proses persetujuan
Proposal kini berada di meja International Football Association Board (IFAB). Publik dan tim nasional menunggu keputusan IFAB karena regulasi baru dikhawatirkan atau diharapkan mulai berlaku saat fase gugur Piala Dunia 2026.
Aturan adu penalti yang tetap
Meski mekanisme undian diusulkan berubah, tata cara pelaksanaan penalti tidak diusulkan dirombak. Kedua tim tetap mendapatkan lima kesempatan tendangan awal. Jika kedudukan masih imbang setelah itu, laga dilanjutkan ke sudden death hingga ada pemenang.
"Tim yang menendang lebih dahulu kerap dianggap memiliki tekanan berbeda dibandingkan tim yang menendang belakangan. Sementara pemilihan sisi gawang juga dapat dipengaruhi kondisi lapangan maupun dukungan suporter yang hadir,"
Keputusan IFAB akan menentukan apakah reformasi teknis ini diterapkan. Jika disetujui, perubahan sederhana pada prosedur undian bisa langsung berimplikasi pada pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026 dan momen-momen kritis yang ditentukan lewat adu penalti.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...