Rumah Indonesia di Nagoya: Tempat WNI dan Atlet Melepas Rindu
Rumah Indonesia di ARK Rock Sakae, pusat Kota Nagoya, menjadi pusat berkumpul warga negara Indonesia (WNI), atlet, dan ofisial Tim Indonesia selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tempat lima lantai ini berfungsi sebagai ruang koordinasi, lokasi nonton bareng, dan ruang temu kangen untuk melepas rindu Tanah Air setiap hari selama penyelenggaraan pertandingan.
Lokasi dan fungsi utama
Bangunan bekas perkantoran itu disulap menjadi pusat kegiatan resmi kontingen dan diaspora Indonesia. Selain sebagai pusat koordinasi, Rumah Indonesia juga menyediakan makanan khas, area santai, dan fasilitas komunikasi untuk ofisial serta atlet.
Kegiatan harian
Tim Chef de Mission menyelenggarakan berbagai acara hampir setiap hari. Antrean pengunjung datang dari komunitas Indonesia di Jepang, atlet yang sedang bertanding, hingga pengurus cabang olahraga. Aktivitas yang sering digelar meliputi:
- Nonton bareng pertandingan
- Makan bersama hidangan khas Indonesia
- Koordinasi operasional kontingen
- Pertemuan dan ruang temu kangen antara diaspora dan atlet
Suasana seperti kembali ke rumah
Banyak pengunjung mengatakan suasana di Rumah Indonesia terasa hangat dan akrab. Influencer asal Jepang, Asami, menyebut pengalaman nonton bareng bersama komunitas Indonesia sangat menyentuh dan memberi dukungan moral bagi atlet.
“Ini sangat menyenangkan karena di sini banyak teman-teman Indonesia. Terus saya bisa nobar sama teman banyak,” — Asami
Atlet rowing, Ali Mardiansyah, mengatakan ia merasa seperti berada di rumah saat melangkah masuk dan melihat masyarakat Indonesia berkumpul serta menikmati hidangan yang disajikan oleh tim koki.
“Kalau bagi saya, pas saya melangkahkan kaki tadi masuk ke ruangan sini. Saya merasa masuk ke rumah sendiri,” — Ali Mardiansyah
Ali menambahkan bahwa kehadiran Rumah Indonesia mempererat ikatan antar atlet, ofisial, dan pendukung. Suasana kebersamaan ini dirasa meningkatkan semangat tim.
Pengalaman atlet lain
Atlet basket, Faizatu, menggambarkan Rumah Indonesia sebagai tempat yang menghadirkan rasa kembali ke Tanah Air, meski hanya sementara. Sedangkan atlet wushu, Bintang Rendra, menyatakan tempat ini memberi kesempatan untuk bertemu sesama warga Indonesia setelah sering berinteraksi dengan orang dari berbagai negara.
“Alhamdulillah rasanya kita bisa temu kangen... Biasanya kan ketemu orang asing, sekarang ketemu keluarga semua,” — Bintang Rendra
Operasional dan penutup
Rumah Indonesia buka setiap hari pukul 10.00–20.00 waktu setempat selama Asian Games. Keberadaan fasilitas ini bukan hanya memudahkan logistik kontingen, tetapi juga menjadi wadah emosional yang memperkuat dukungan publik terhadap Tim Indonesia di ajang internasional.
Dengan kombinasi layanan koordinasi dan suasana kekeluargaan, Rumah Indonesia di Nagoya membantu menjaga moral atlet sekaligus menguatkan ikatan komunitas Indonesia di luar negeri.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Nominasi First and Second Team Kopi Good Day West Java 2026
DBL Indonesia umumkan 15 pemain dan 4 pelatih nominasi Kopi Good Day First and Second Team 2026 West Java se...
Arian bawa GPS Bandung ke Final Party DBL West Java 2026
Mysha Ariana Munawar membawa GPS Bandung ke Final Party DBL West Java 2026 setelah menaklukkan SMAN 1 Bogor...
Proton FC Tundukkan Mimika FC 4-2 di Pro Futsal League
Proton FC menang 4-2 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, 27 Sep 2026; Pangsuma FC juga kalahkan Nanzaby 6-2...
Bayern Optimistis Perpanjang Kontrak Harry Kane
Bayern optimistis memperpanjang kontrak Harry Kane berkat kebugaran dan produktivitasnya; negosiasi masih be...
Infantino Hadiri Penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta
Gianni Infantino akan hadir pada penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta pada 5 Oktober 2026, kata Erick Th...
Indonesia Kalah Tipis dari Thailand di Asian Games 2026
Timnas voli putra Indonesia kalah tipis 2-3 dari Thailand pada laga pembuka Pool B Asian Games 2026, Minggu...