Rooney Tolak Terima Gelar Premier League Jika City Dicabut
Wayne Rooney menolak menerima gelar Premier League secara retrospektif jika Manchester City dicabut status juara setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial. Pernyataan itu muncul menyusul keputusan Premier League pada 25 September 2026 yang menyebut City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait periode 2009-2018.
Rooney tolak gelar retrospektif
Rooney mengatakan ia merasa tidak nyaman menerima medali tambahan untuk musim yang dimenangi City, karena menurutnya United tidak layak mendapatkannya secara retroaktif. Ia mengingat finis United di posisi runner-up pada musim 2011-2012.
"Saya tidak merasa nyaman menerimanya karena menurut saya kami tidak pantas mendapatkannya," kata Rooney.
"Saya tidak ingin menerima medali setelah 15 tahun hanya karena City dianggap curang," tambahnya.
Rincian dakwaan dan respons klub
Kompetisi menyatakan City terbukti atas sebagian besar dakwaan yang diajukan, termasuk pelanggaran aturan finansial pada musim 2009-2010 hingga 2017-2018. Klub belum menerima sanksi resmi dan berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Salah satu kemungkinan hukuman adalah pencabutan gelar Premier League. Sejak diakuisisi Sheikh Mansour pada 2009, City meraih delapan gelar, dan tiga di antaranya terjadi dalam periode yang kini dipertanyakan.
Sanksi yang diusulkan dan dampaknya
Rooney juga mengusulkan sanksi berat untuk mempertimbangkan keadilan bagi pemain yang bekerja keras tanpa mengetahui pelanggaran di balik klub. Beberapa opsi yang disebutkan antara lain:
- Pembatasan belanja pemain selama 3-4 musim.
- Penempatan klub ke divisi yang lebih rendah, seperti Championship atau bahkan League Two.
- Pengurangan poin bertahap, misalnya 20 poin selama tiga musim.
"Kalau mereka hanya ditempatkan di Championship, meski itu merupakan hukuman berat, mereka dapat kembali ke Premier League. Namun, jika mereka dikenai pembatasan dan ditempatkan di League Two atau kompetisi lain di bawahnya, saya rasa situasinya akan jauh lebih sulit bagi mereka," ujar Rooney.
"Menurut saya, sanksinya harus dibuat seberat mungkin," tambahnya.
Reaksi lain dan prospek ke depan
Beberapa mantan pemain dan pelatih sebelumnya mendorong opsi pemberian gelar secara retrospektif, sementara beberapa pihak lain menyorot kerugian bagi tim yang kala itu dikalahkan oleh City. Saat ini prosedur banding kemungkinan akan menentukan sanksi akhir dan waktu pelaksanaannya.
Jika banding berlanjut, nasib gelar, sanksi finansial, atau hukuman kompetisi akan menunggu keputusan final otoritas terkait. Dampak jangka panjang dapat mempengaruhi reputasi dan struktur kompetisi di Inggris.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...
Bintang Timur Surabaya Tekuk Mimika FC 3-1 di PFL 3 Okt 2026
Bintang Timur Surabaya menang 3-1 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, pada lanjutan P...