Nasional

SEAMEO RECFON Luncurkan 3 Dokumen Perkuat Gizi Anak Indonesia-ASEAN

Bagikan:
Peluncuran dokumen kebijakan SEAMEO RECFON di Jakarta untuk penguatan program gizi anak

SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) meluncurkan dua policy brief dan satu laporan penelitian pada 9 September 2026 di Jakarta. Peluncuran ini bagian dari rangkaian 16th Governing Board Meeting dan ditujukan untuk memperkuat program gizi anak di Indonesia serta mendorong adopsi kebijakan di tingkat ASEAN.

Tiga dokumen kebijakan yang diluncurkan

Direktur SEAMEO RECFON, Rini Sekartini, menyampaikan bahwa ketiga dokumen itu terdiri dari dua policy brief dan satu laporan penelitian. Peluncuran dilakukan di The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta.

"Dalam rangkaian Rapat Wali Amanat tahun ini, SEAMEO RECFON meluncurkan 3 dokumen kebijakan. Yaitu 2 policy brief dan 1 laporan penelitian,"

"Laporan studi ini merupakan wujud nyata mandat kami sebagai SEAMEO Center of Excellence di bidang pangan dan gizi. Khususnya dalam menjembatani science, policy, and practice,"

Penguatan pemeriksaan biomarker untuk percepatan penurunan stunting

Salah satu policy brief membahas Survei Gizi Indonesia (SGI) dan rekomendasi membangun sistem biomarker zat gizi mikro yang lebih efisien dan akurat. RECFON mendorong peningkatan kapasitas laboratorium serta adopsi metode dan teknologi analisis terkini.

"RECFON mendorong penguatan pemeriksaan biomarker zat gizi mikro di dalam negeri. Baik melalui analisis laboratorium maupun penguatan kapasitas terkait metode analisis dan teknologi baru laboratorium,"

Upaya ini diharapkan memperkuat penetapan prioritas kebijakan dan evaluasi program penurunan stunting, sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efektif dan efisien.

Menyeragamkan kebijakan gizi sekolah di ASEAN

Policy brief kedua memperkenalkan ASEAN School Nutrition Package, yang membawa pengalaman program unggulan RECFON, Nutrition Goes to School, ke tingkat regional. Fokusnya bukan hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan implementasi, jaminan mutu, dan monitoring dampak.

"Kami ingin memastikan kebijakan gizi sekolah tidak berhenti pada dokumen kebijakan. Tapi dapat diimplementasikan dengan baik, memiliki sistem penjaminan mutu, serta dilakukan monitoring dampaknya,"

"Di sinilah RECFON dapat berperan sebagai regional knowledge hub. Melalui riset implementasi, penguatan kapasitas, dan pertukaran pengetahuan antarnegara ASEAN,"

Riset gizi berbasis pangan lokal untuk anak sekolah

Dokumen penelitian yang diluncurkan merangkum panduan gizi berbasis pangan lokal (PGS-PL) untuk anak sekolah. Studi menemukan adanya kesenjangan asupan beberapa zat gizi pada anak sekolah di Indonesia.

  • Folat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Seng

Temuan tersebut diterjemahkan menjadi rekomendasi pangan dan rancangan menu sekolah yang diharapkan dapat menutup kekurangan gizi tersebut.

"Temuan ini relevan untuk memperkuat program Makanan Bergizi Gratis dan penguatan edukasi gizi di tingkat sekolah. Sebaiknya program Makanan Bergizi Gratis ini harus menjadi instrumen strategis untuk menutup kesenjangan asupan zat gizi pada anak usia sekolah,"

Peluncuran dokumen ini menegaskan peran SEAMEO RECFON sebagai pusat pengetahuan regional yang menghubungkan riset dengan kebijakan dan praktik. Dokumen yang dirilis diharapkan menjadi dasar penguatan program gizi anak baik di tingkat nasional maupun lintas negara ASEAN.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait