Olahraga

Physiorehab Dampingi Persiapan Fisik Atlet Tenis Meja Asian Games 2026

Bagikan:

Physiorehab memberikan pendampingan fisik kepada 12 atlet tenis meja Indonesia menjelang Asian Games 2026 di Jepang. Pendampingan mencakup treatment, recovery, mobility, dan strengthening untuk menjaga kondisi selama training camp.

Kenapa rehabilitasi penting

Tenis meja adalah olahraga berintensitas tinggi yang menuntut reaksi cepat dan gerakan repetitif. Gerakan ini menekan pergelangan tangan, bahu, dan pinggang. Tanpa program rehabilitasi yang tepat, atlet berisiko mengalami cedera yang mengganggu performa.

Oleh karena itu tim pelatih nasional menggandeng Physiorehab untuk menyesuaikan program sesuai kebutuhan masing-masing atlet. Pendekatan individual ini dirancang agar latihan tetap efektif dan risiko cedera terkelola.

Ruang lingkup pendampingan

Program pendampingan meliputi beberapa komponen inti. Tim fisioterapis memberi treatment untuk masalah akut. Fasilitas recovery dipakai setelah sesi latihan berat. Latihan mobility dan strengthening ditargetkan untuk kestabilan sendi dan kekuatan otot.

Pendampingan juga berlangsung sepanjang training camp, sehingga perbaikan kondisi bisa langsung diintegrasikan ke dalam program latihan harian. Hal ini membantu pelatih memaksimalkan kesiapan kompetitif atlet.

Siapa saja yang didampingi

Program ini melibatkan dua belas atlet nasional. Mereka mendapat sesi individual sesuai kebutuhan medis dan fisik.

  • Muhammad Bima Abdi Negara
  • Muhammad Naufal Junindra Irawan
  • Gusti Syaiful Desrizal
  • Affan Mauladana Pratama
  • Muhammad Kahfi Inzaghi
  • Braydon Juvensim Susilo
  • Citra Rasmi
  • Almaira Nebuchadnezzar
  • Cindy Marcella Putri
  • Komang Anik Sudarnita
  • Ni Ketut Devinta Maharani
  • Siti Aminah

Kata pelatih dan fisioterapis

"Persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia ini tentu membutuhkan kondisi fisik yang optimal. Karena atlet menjalani rangkaian latihan dengan intensitas tinggi," — Anton Suseno, Pelatih Tim Tenis Meja Indonesia, dalam keterangan resmi, Sabtu, 26 September 2026.

"Ajang olahraga terbesar di Asia ini merupakan salah satu milestone dalam perjalanan mereka sebagai atlet. Namun, perhatian terhadap kondisi fisik atlet perlu terus berlanjut setelah kompetisi selesai," — Simon Tri Prasetyo, Chief Physiotherapist Physiorehab.

Komitmen jangka panjang

Physiorehab menyatakan pendampingan tidak berhenti pada satu ajang. Mereka berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan atlet untuk mendukung persiapan dan proses recovery setelah bertanding.

Dengan pendekatan berkelanjutan, diharapkan atlet tetap fit dan bisa mempertahankan performa di berbagai kompetisi internasional setelah Asian Games.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait