MotorPrix Boyolali 2026: Honda Daya Jayadi Raih Poin, Daffa Bangkit ke Posisi 15
PT Daya Adicipta Motora melalui tim balap Honda Daya Jayadi Racing Team tampil pada Kejurnas MotorPrix Region 2 Putaran 2 di Sirkuit Gokart Boyolali, 13-14 Juni 2026. Pada putaran ini, Agam Abdillah finis ke-5 di kelas MP4 (Bebek 4T STD 150cc Beginner) pada kedua race, sementara rekan setimnya, Daffa Nugraha, mengalami insiden pada Race 1 namun kembali menyelesaikan Race 2 di posisi ke-15.
Hasil dan performa pebalap
Agam Abdillah menunjukkan konsistensi sepanjang akhir pekan. Ia mampu menuntaskan Race 1 dan Race 2 di posisi kelima, sehingga mengumpulkan poin penting untuk klasemen Kejurnas MotorPrix Region 2.
Performa Agam menjadi poin positif bagi tim karena lintasan Gokart Boyolali dikenal kompetitif dan menuntut pengendalian kecepatan yang baik. Hasil ini dianggap sebagai langkah maju dalam pembinaan pebalap muda tim.
Insiden dan pemulihan Daffa Nugraha
Di kelas MP3 (Bebek 4T STD 150cc Rookie), Daffa menghadapi tantangan saat Race 1 setelah terjatuh di tengah balapan. Insiden tersebut memaksa Daffa tidak melanjutkan perlombaan hingga finis.
Tim kemudian melakukan evaluasi teknis dan mental. Daffa kembali ke lintasan pada Race 2 dan berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke-15. Posisi ini dipandang sebagai pengalaman berharga untuk pengembangan keterampilan balapnya.
Respons tim dan langkah ke depan
"Kami mengapresiasi kerja keras para pebalap dan tim sepanjang akhir pekan balap di Boyolali. Hasil yang diraih menjadi bagian dari proses pembinaan pebalap muda yang terus kami lakukan. Semoga pengalaman dan evaluasi dari putaran ini dapat menjadi motivasi bagi Agam dan Daffa untuk tampil semakin baik pada seri-seri berikutnya."
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Handi, General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic PT Daya Adicipta Motora. Tim memfokuskan evaluasi pada aspek set-up motor dan strategi balap untuk menghadapi seri berikutnya.
Implikasi bagi musim kompetisi
Hasil di Boyolali memberi tambahan poin dan data teknis untuk pengembangan pebalap muda tim. Konsistensi Agam memperkuat posisinya di klasemen, sedangkan pengalaman Daffa menjadi modal untuk perbaikan performa.
Selanjutnya tim diperkirakan akan meningkatkan latihan dan analisis data lomba demi memperkecil kesalahan dan meningkatkan daya saing pada putaran-putaran berikutnya di musim 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Turki Piala Dunia 2026: Generasi Emas Gagal, Montella Dihujani Kritik
Turki Piala Dunia 2026 berakhir mengecewakan setelah tersingkir di fase grup; Montella dan federasi mendapat...
Tunisia vs Jepang: Renard Dituntut Bongkar Pertahanan Samurai Biru
Tunisia hadapi Jepang di Monterrey pada 21 Juni 2026; Renard dituntut pulihkan skema pertahanan setelah keka...
PFL2: Matchday 3 Jadi Final Hidup-Mati, Proton FC Puncak
Proton FC imbang 3-3 lawan Maestro Solo; Hampton kalahkan KLN 3-2. Matchday 3 jadi final hidup-mati bagi kee...
Profil Ilgiz Tantashev: Wasit Uzbekistan yang Jadi Sorotan
Ilgiz Tantashev, wasit Uzbekistan, disorot setelah keputusan kontroversial saat Skotlandia vs Maroko (20 Jun...
Jerman Lolos dari Grup E, Perebutan Tiket Kedua Masih Terbuka
Jerman memastikan satu tiket dari Grup E Piala Dunia 2026 setelah dua kemenangan. Tiket kedua masih diperebu...
Srondeng Lolos Final Lead di World Climbing Series Innsbruck
Putra Tri Ramadani (Srondeng) sukses melaju ke final lead World Climbing Series Innsbruck setelah finis peri...