Mikhayla Caya Latihan Delapan Jam Sehari demi Mimpi Olimpiade
Mikhayla Shanum Caya, atlet skateboard berusia 11 tahun, menghabiskan sampai delapan jam sehari untuk berlatih selepas sekolah demi mewujudkan mimpinya menjadi olimpian. Rutinitas ini dijalani di tengah kesibukan sekolah dan pengalaman internasionalnya di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Latihan dan rutinitas harian
Mikhayla mengatakan ia kerap melatih kemampuan sejak pulang sekolah hingga larut malam. Intensitas latihan mencapai delapan jam dalam sehari, baik di skate park maupun sesi latihan terstruktur.
"Latihan dari pagi sampai malam, pulang sekolah langsung main skate, habis itu malam baru istirahat,"
kata Mikhayla pada Senin, 28 September 2028.
Jika tidak berlatih intens, ia memilih untuk tetap di skate park sebagai cara beristirahat yang produktif. Disiplin waktu antara sekolah dan latihan menjadi kunci bagi atlet belia ini.
Pengalaman di Asian Games 2026
Asian Games 2026 menjadi salah satu panggung besar pertama bagi Mikhayla. Ia menempati posisi ke-12 pada fase penyisihan dengan skor 36,35.
"Lega bisa menyelesaikan lomba di Asian Games, tetapi aku juga termotivasi untuk belajar lebih maksimal lagi,"
Pengalaman tersebut tidak hanya memberi motivasi, tetapi juga pelajaran teknis. Mikhayla menyebut mendapat banyak contoh trik dari peserta lain yang diikuti untuk pengembangan kemampuan.
Awal ketertarikan dan dukungan keluarga
Kecintaannya pada skateboard berasal dari pengenalan sejak kecil oleh ayahnya, Anthony Adam Caya, yang juga pernah menekuni olahraga ini. Mikhayla bercerita bahwa dirinya sudah naik papan sejak bayi dan mulai bisa bergerak lebih lancar pada usia empat hingga lima tahun.
"Aku kayaknya baru naik skateboard dari bayi, cuma baru bisa jalan waktu umur empat atau lima tahun,"
Seiring waktu, permainan berubah menjadi latihan serius. Jatuh dan terluka disebutnya sebagai bagian biasa dari proses belajar.
Target Olimpiade dan prospek ke depan
Mikhayla menyadari perjalanan menuju Olimpiade masih panjang. Meski begitu, target sudah ditetapkan sejak dini: menjadi pemenang di Olimpiade.
"Aku mau mewujudkan cita-cita menjadi olimpian,"
Dengan pengalaman internasional dan rutinitas latihan yang tinggi, Mikhayla melanjutkan proses pembelajaran teknis dan mental untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Yunani Kejutkan Jerman 1-0, Klopp Belum Menang
Yunani menaklukkan Jerman 1-0 lewat gol Kourbelis (74'), membuat Jurgen Klopp belum meraih kemenangan dalam...
Alwi Farhan Sabet Perunggu Asian Games 2026 usai Tersingkir di Semifinal
Alwi Farhan meraih perunggu Asian Games 2026 setelah kalah 13-21, 15-21 dari Kunlavut; ia menyebut kelelahan...
Zhang Zhanshuo Borong 7 Emas di Asian Games 2026
Zhang Zhanshuo (19) merebut tujuh emas di Asian Games 2026, memecahkan rekor Asian Games di 400 m gaya bebas...
PB ORADO Pecahkan Rekor MURI di Piala Panglima TNI 2026
Piala Panglima TNI 2026 digelar PB ORADO di 101 kota dengan lebih dari 20.000 peserta, memecahkan rekor MURI...
Komunikasi Kunci, Leo/Daniel Melaju ke Final Asian Games
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin ke final Asian Games 2026 usai menaklukkan unggulan satu Kim/Seo 21-11, 21...
Indonesia Tampil Perkasa, Voli Putra Kalahkan Kirgistan 3-0
Timnas voli putra Indonesia menang 3-0 atas Kirgizstan di Asian Games 2026, mempertahankan peluang lolos set...