Olahraga

KONI dan KSP Dorong Sekolah Jadi Jalur Pencarian Talenta

Bagikan:
Talkshow KONI dan KSP di SMA Negeri 1 Jakarta membahas pencarian talenta olahraga

KONI Pusat dan Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong sekolah menjadi jalur utama pencarian dan pengembangan talenta olahraga nasional. Pernyataan itu disampaikan saat talkshow "Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up" di SMA Negeri 1 Jakarta, Jumat 25 September 2026. Tujuannya agar pembinaan olahraga berjalan beriringan dengan pendidikan tanpa memaksa siswa memilih salah satunya.

Sekolah sebagai basis deteksi bakat

Para narasumber menilai sekolah memiliki posisi strategis untuk mendeteksi potensi olahraga sejak usia dini. Sekolah menjadi tempat bertemunya pembelajaran akademik dan aktivitas fisik yang bisa diidentifikasi sebagai bakat.

Dengan pengamatan yang sistematis, pihak sekolah dapat merujuk siswa ke jalur pembinaan yang sesuai. Hal ini diharapkan mempercepat proses menemukan dan mengarahkan talenta terbaik.

Peran KONI dan KSP

Tirto Prima Putra, Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat, menekankan pentingnya hubungan antar lembaga olahraga dan institusi pendidikan. Menurut Tirto, kerja sama itu harus terus diperkuat agar proses pembinaan berjalan efektif.

“Hubungan antara KONI provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah harus terus diperkuat. Ini agar talenta-talenta terbaik dapat ditemukan, dibina, dan disalurkan secara tepat sesuai dengan potensi masing-masing.”

Pernyataan tersebut dikutip Minggu 27 September 2026 dan menegaskan peran KONI sebagai penghubung antarLevel pembinaan olahraga di daerah.

Integrasi ekosistem olahraga dan pendidikan

Lindsey Afsari, Tenaga Ahli Utama KSP, menambahkan pembinaan perlu bersifat berkelanjutan dari deteksi hingga pengembangan prestasi. Ia mendorong pembentukan ekosistem olahraga yang terintegrasi di lingkungan pendidikan.

“KONI menjadi salah satu motor penggerak dalam mendeteksi bakat dan potensi olahraga,”

Lindsey juga menekankan pentingnya pembagian peran antarlembaga agar siswa tidak harus memilih antara sekolah dan olahraga. Pemerintah dan KONI diharapkan menyediakan jalur yang memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan tanpa meninggalkan pendidikan.

Dampak dan prospek

Dengan penguatan kerja sama antara sekolah, KONI, dan pemerintah, proses pencarian talenta diharapkan lebih terarah sejak usia pelajar. Talenta yang ditemukan akan menerima pembinaan sesuai potensi sekaligus tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan formal.

Langkah ini sekaligus merespons kebutuhan membangun sumber daya atlet jangka panjang, sekaligus menjaga hak pendidikan bagi pelajar berprestasi olahraga.

Kesimpulan: Inisiatif tersebut menjanjikan jalur pembinaan yang seimbang antara pendidikan dan olahraga. Ke depan, koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar program berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait