Klub Premier League Siapkan Tuntutan Kompensasi ke Manchester City
Sejumlah klub Premier League sedang mencari nasihat hukum untuk menuntut kompensasi dari Manchester City setelah klub tersebut dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial. Keputusan komisi independen diumumkan akhir September 2026, namun sanksi resmi belum ditetapkan karena City menyatakan akan mengajukan banding.
Langkah hukum klub-klub terdampak
Beberapa klub sudah meminta opini hukum bahkan sebelum putusan dipublikasikan. Mereka menilai pelanggaran City bisa menyebabkan kerugian kompetitif, seperti hilangnya peluang merebut gelar atau mempertahankan posisi di liga.
Jika klub-klub tersebut mengajukan tuntutan, setiap klaim kemungkinan besar akan melalui proses pengadilan tersendiri. Bentuk ganti rugi dan mekanisme penilaiannya belum jelas dan akan bergantung pada hasil sanksi dan proses banding City.
Preseden Everton-Burnley
Kasus sebelumnya memberi gambaran kemungkinan tuntutan kompensasi. Dalam perkara antara Everton dan Burnley, Everton diperintahkan membayar total £35 juta kepada Burnley karena pelanggaran aturan profitabilitas.
Komisi Premier League kemudian menetapkan kompensasi £26 juta ditambah £9 juta bunga, setelah Burnley berargumen pelanggaran Everton memengaruhi peluang mereka bertahan di Premier League musim 2021-2022.
Potensi klub dan trofi yang terdampak
Dakwaan terhadap City terkait periode ketika mereka meraih tiga gelar Premier League. Gelar yang disebut berada pada musim 2011-2012, 2013-2014, dan 2017-2018.
Beberapa klub yang berpotensi terdampak atau diuntungkan jika gelar dicabut meliputi:
- Manchester United — terkait musim 2011-2012 dan 2017-2018
- Liverpool — terkait musim 2013-2014
- Stoke City — potensi klaim atas Piala FA 2011
- Sunderland, Liverpool, Arsenal — terkait Piala Liga 2014, 2016, dan 2018
Namun komisi belum memutuskan apakah gelar akan diberikan kepada klub lain. Keputusan akhir bergantung pada sanksi yang nantinya dijatuhkan dan proses banding City.
Proses panjang dan ketidakpastian
Sidang sanksi belum dijadwalkan segera dan hasilnya kemungkinan akan menunggu proses banding. Situasi ini menciptakan ketidakpastian panjang bagi Premier League dan klub-klub yang merasa dirugikan.
Selain itu, sejumlah pemain Manchester City disebut tidak memiliki klausul pelepasan otomatis jika klub mengalami degradasi akibat sanksi, sehingga implikasi praktik kontrak juga menjadi perhatian.
Kasus ini diprediksi akan terus berkembang seiring proses hukum berjalan, dan banyak pihak menunggu kepastian mengenai sanksi serta kemungkinan klaim kompensasi lebih lanjut.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Marciano Apresiasi Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Marciano Norman memuji Rahmat Erwin yang merebut emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi 75 kg di Asian...
Proton FC Kuningan Menang Telak 6-0 atas Nanzaby
Proton FC Kuningan membuka Pro Futsal League 2026/2027 dengan kemenangan 6-0 atas Nanzaby FC Kepri di GOR PO...
Ole Romeny: Chemistry Timnas Indonesia Sudah Seperti Keluarga
Ole Romeny sebut chemistry Timnas Indonesia sudah seperti keluarga jelang FIFA ASEAN Cup 2026; kemenangan at...
Putri Wardani Tersingkir, Impian Semifinal Asian Games 2026 Gagal
Putri Kusuma Wardani tersingkir di 16 besar Asian Games 2026 setelah kalah 10-21, 13-21 dari Unnati Hooda di...
Rosan Puji Rumah Indonesia di Nagoya sebagai Dukungan Kontingen
Rosan Roeslani memuji Rumah Indonesia di Nagoya sebagai pusat dukungan kontingen Asian Games 2026; fasilitas...
Herdman: Permainan Timnas Indonesia Makin Tajam
John Herdman menilai permainan Timnas Indonesia akan makin tajam setelah kemenangan 2-0 atas Singapura, mesk...