Olahraga

Jawa Timur Sapu Bersih Tiga Gelar di Kejurnas Arung Jeram 2026

Bagikan:
Atlet arung jeram melintasi jeram di Sungai Ayung, Bali saat Kejurnas 2026

Kontingen Jawa Timur merebut tiga gelar pada Kejuaraan Nasional head-to-head Arung Jeram 2026 yang digelar di Sungai Ayung, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 26 September 2026. Kemenangan ini diraih pada kategori senior putra, U-23 putra, dan U-19 putra setelah menghadapi arus deras dan rintangan boyan.

Hasil pertandingan

Persaingan berlangsung ketat di enam kategori nomor perahu karet. Berikut rangkuman juara dan catatan waktu pada nomor head-to-head:

  • Senior Putra: Jawa Timur — 1:55,280
  • U-23 Putra: Jawa Timur — 1:32,770
  • U-19 Putra: Jawa Timur — 1:43,510
  • Senior Putri: Jawa Tengah — 2:32,490
  • U-23 Putri: Jawa Barat — 1:54,820
  • U-19 Putri: Bali A — 1:50,570

Satu tim menerima hukuman penalti besar. Tim Banten dikenai penalti 60 detik karena menghalangi lawan dan melanggar rintangan gate, yang memengaruhi peringkat akhir.

Reaksi pelatih dan federasi

Pelatih kontingen arung jeram Sumatera Selatan, Vinauli, menyambut positif perkembangan pembinaan atlet usia muda di daerah-daerah. Menurutnya, partisipasi tim U-19 kini lebih merata dibanding dua tahun sebelumnya.

"Dalam dua tahun terakhir, kategori U-19 mulai dimunculkan dan pesertanya sudah hampir merata dari setiap provinsi. Kalau sebelumnya yang memiliki tim U-19 hanya beberapa daerah, seperti Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Alhamdulillah, pada 2026 ini persaingan U-19 sudah semakin merata,"

Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Surabaya, Afif Zuchri, memuji kesiapan fisik atlet-atlet daerahnya dan mencatat adanya peningkatan performa setelah dua hari pertandingan.

"Alhamdulillah, perkembangannya sangat baik. Setelah dua hari pertandingan, mulai dari nomor sprint pada hari pertama hingga head-to-head, terlihat peningkatan yang cukup besar dari atlet-atlet Jawa Timur. Mudah-mudahan perkembangan ini bisa terus berlanjut hingga pertandingan berikutnya,"

"Persaingannya masih tetap seperti sebelumnya. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan tuan rumah Bali masih menjadi pesaing utama. Tetapi beberapa daerah di luar Jawa juga mulai menunjukkan perkembangan yang bagus. Jadi, persaingannya semakin merata,"

Implikasi dan tindak lanjut

Panitia dan pelatih menilai pilihan boyan alternatif serta konfigurasi jeram memaksa pedayung bekerja ekstra, khususnya saat mengerem di area deras. Kejuaraan ini juga dimaknai sebagai persiapan daerah untuk menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON), dengan nomor slalom yang akan digelar berikutnya diperkirakan kembali menghadirkan persaingan sengit.

Perkembangan merata pada kategori usia muda menjadi sinyal baik bagi masa depan arung jeram nasional. Provinsi-provinsi yang meningkatkan pembinaan diyakini akan memperkaya kompetisi pada event-event nasional mendatang.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait