Olahraga

Penjualan Jersey di Tanah Abang Melonjak Saat Piala Dunia 2026

Bagikan:
Penjual jersey di Tanah Abang saat lonjakan penjualan Piala Dunia 2026

Penjualan jersey di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melonjak sejak bergulirnya Piala Dunia 2026. Pelaku UMKM penjual jersey, seperti Arif dan Putri, mencatat kenaikan permintaan dan omzet, sementara pasokan kerap habis dan sebagian pedagang masih mengandalkan transaksi langsung di toko.

Lonjakan omzet hingga lebih dari 50%

Arif, penjual jersey di Blok B Tanah Abang, mengatakan penjualan yang sebelumnya sepi tiba-tiba ramai sejak turnamen dimulai. Ia memperkirakan omzetnya naik drastis ketimbang hari-hari biasa.

"Sejak piala dunia ini ya semakin tinggi jualannya. Makin melonjak drastis begitu dari hari-hari biasanya gitu," kata Arif di Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Arif, peningkatan omzet mencapai lebih dari 50 persen. Kenaikan itu jauh melampaui kondisi sebelum turnamen, ketika permintaan cenderung stagnan.

"Peningkatannya bisa lebih dari 50 persen gitu. Dari yang tadinya cuma 10 persen jadi 50 persen ke atas, jadi bisa langsung melonjak tinggi gitu," ujar Arif.

Tim favorit pembeli dan harga

Pembeli mengincar jersey tim peserta yang populer. Arif menyebut empat negara paling banyak dicari oleh pelanggan di tokonya.

  • Brasil
  • Belanda
  • Argentina
  • Spanyol

Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp150.000–Rp200.000 per potong. Arif menilai harga dipengaruhi oleh popularitas dan performa tim di turnamen.

Dampak pada pasokan dan strategi penjualan

Banyak pedagang di Tanah Abang menghadapi masalah pasokan karena permintaan naik cepat. Putri, penjual jersey lain di kawasan yang sama, mengatakan seluruh stoknya sempat ludes dalam waktu singkat.

"Kalau ada bajunya pasti rame ya, tapi sekarang lagi kosong, jadi sepi. Belum ready lagi," ucap Putri.

Meski permintaan tinggi, sebagian penjual belum memanfaatkan platform marketplace dan masih mengandalkan transaksi langsung di toko. Kondisi ini membuat ketersediaan barang bergantung pada pasokan grosir dan kecepatan restock.

Implikasi jangka pendek dan peluang UMKM

Kenaikan penjualan selama Piala Dunia 2026 membuka peluang pendapatan signifikan bagi UMKM di pusat grosir seperti Tanah Abang. Namun, untuk mempertahankan momentum, pedagang perlu memperbaiki manajemen stok dan mempertimbangkan penjualan online agar tidak tergantung pada penjualan tatap muka semata.

Dengan persiapan pasokan yang lebih baik dan diversifikasi saluran penjualan, pelaku usaha kecil dapat memaksimalkan peluang ekonomi yang muncul saat event olahraga berskala internasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait