Lokal

Warga Protes Proyek Irigasi Rawang Lama di Asahan Amburadul

Bagikan:
Konstruksi irigasi retak dan ambles di Desa Rawang Lama Asahan

Asahan — Warga Desa Rawang Lama, Kecamatan Panca Arga, menilai proyek peningkatan jaringan irigasi yang dibiayai pemerintah pada 2026 dikerjakan asal-asalan dan berpotensi merugikan petani setempat. Proyek senilai Rp195.000.000 dari Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan dilaporkan mengalami retak, amblas, dan hasil penyelesaian yang tidak rapi pada beberapa titik.

Temuan kerusakan pada konstruksi

Berdasarkan pantauan lapangan, beberapa dinding irigasi atau konstruksi beton (lining) sudah mulai retak dan ambles. Pekerjaan juga terlihat tumpang tindih dengan bangunan irigasi lama di lokasi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena proyek seharusnya memperlancar suplai air ke areal persawahan.

Kekecewaan warga dan dugaan kualitas buruk

Warga setempat menyatakan kecewa dan menduga campuran semen serta material tidak sesuai takaran. Mereka menilai kualitas pengerjaan membuat struktur cepat rapuh sehingga fungsi irigasi tidak akan bertahan lama.

"Kami sangat kecewa dengan hasil pengerjaan proyek ini. Campuran semen dan materialnya diduga tidak sesuai takaran sehingga bangunan cepat rapuh. Kalau kualitasnya seperti ini, irigasi tidak akan bertahan lama dan justru bisa merugikan para petani yang membutuhkan pasokan air konisten,"

— Opung Baringin, warga Rawang Lama, 70 tahun

Tuntutan perbaikan dan pengawasan

Warga meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan selaku penanggung jawab program untuk segera turun mengevaluasi pekerjaan. Mereka juga menuntut kontraktor melakukan perbaikan ulang sebelum serah terima proyek dilakukan.

Dampak terhadap pertanian lokal

Proyek jaringan irigasi kecil ini menjadi tumpuan masyarakat untuk memastikan pasokan air ke sawah. Jika kualitas infrastruktur buruk, pasokan air dapat terganggu dan produktivitas pertanian menurun. Warga khawatir kondisi ini akan mengganggu ketahanan pangan lokal yang bergantung pada hasil panen setempat.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait tidak mengabaikan kondisi infrastruktur pertanian di Desa Rawang Lama dan segera melakukan tindakan perbaikan agar proyek dapat berfungsi sesuai tujuan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait