Olahraga

I.League Sinkronkan Elite Pro Academy dengan Kebutuhan Timnas

Bagikan:
Pertemuan I.League dengan pelatih Timnas membahas sinkronisasi Elite Pro Academy

I.League resmi menyesuaikan program Elite Pro Academy (EPA) agar sinkron dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Pengumuman dilakukan oleh Direktur Teknik I.League, Asep Saputra, dalam diskusi dengan media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026. Langkah ini ditempuh untuk memastikan pembinaan pemain muda mendukung target pengembangan tim nasional.

Sinkronisasi EPA dan arah pembinaan Timnas

Asep menjelaskan sinkronisasi telah dibangun selama beberapa tahun melalui pengelolaan kompetisi usia muda. Awalnya EPA hanya mencakup kelompok usia tertentu, namun dalam tiga musim terakhir program dibuat lebih terintegrasi.

Tujuan utamanya adalah menyelaraskan arah pembinaan pemain antara klub peserta EPA dan Timnas usia muda. Dengan demikian, proses perkembangan pemain di level klub dapat memenuhi kebutuhan teknis dan taktis tim nasional.

Metode dan mitra teknis

I.League juga membuka komunikasi intensif dengan pelatih Timnas kelompok usia. Asep menyebutkan inisiasi kerja sama dengan pihak luar untuk memperkuat metodologi pembinaan.

"Kita dengan Coach Nova, sekali lagi tadi kita sampaikan, komunikasi kita lakukan. Termasuk inisiasi kita juga menggandeng partner dengan Ekkono Method," ucap Asep.

Menurut Asep, pengadopsian Ekkono Method ditujukan agar program pembinaan lebih terhubung dan terukur. Pendekatan ini diharapkan mempermudah transfer filosofi permainan dari Timnas ke program klub usia muda.

Dukungan data dan evaluasi teknis

Selain komunikasi, I.League memberi dukungan berbasis data kepada pelatih dan federasi. Data tersebut mencakup statistik pertandingan dan laporan teknis yang menjadi bahan evaluasi bersama.

"Karena satu, kita juga men-support database statistik, atau juga ada technical report dari kita. Termasuk kita juga memberi ruang diskusi dengan Coach Nova dan tim," ujar Asep.

Dokumen dan laporan ini dimaksudkan sebagai alat diskusi untuk menyamakan standar penilaian dan target pengembangan pemain muda.

Keterlibatan federasi dan keberlanjutan komunikasi

Asep menegaskan proses sinkronisasi tidak hanya melibatkan pelatih Timnas. Badan Tim Nasional di PSSI juga dilibatkan dalam evaluasi program guna memastikan kebijakan pembinaan berjalan serentak.

"Memastikan tadi alignment ataupun sinkronisasi program antara kita. Ini adalah komunikasi yang memang tidak boleh putus terjadi," kata Asep.

Ke depan, I.League berencana mempertahankan forum komunikasi rutin dengan PSSI dan pelatih Timnas agar jalur pembinaan pemain muda tetap konsisten dan adaptif terhadap kebutuhan tim nasional.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait