Herdman Siapkan Taktik Menyerang Hadapi Bangladesh
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyiapkan taktik lebih menyerang menjelang laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 30 September 2026, di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, menjelang pertandingan yang digelar pada 1 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Strategi menyerang yang lebih terukur
Herdman menegaskan pendekatan menyerang timnya bukan sekadar soal formasi. Menurutnya, aspek penempatan pemain dan jumlah pemain di area pertahanan lawan menjadi kunci untuk meningkatkan ancaman ke gawang.
"Formasi saat ini adalah formasi menyerang." — John Herdman
Pelatih berusia 51 tahun itu mengatakan staf pelatih sedang merancang bagaimana dan di mana menambah jumlah pemain untuk menciptakan keunggulan. Langkah ini dimaksudkan untuk menambah peluang mencetak gol dan menekan pertahanan lawan secara lebih efektif.
Pemilihan pemain dan penempatan di kotak penalti
Herdman menekankan pentingnya meningkatkan kehadiran pemain di dalam kotak penalti. Ia menilai kualitas pemain yang berada paling dekat dengan gawang menjadi unsur utama untuk mencetak peluang.
"Kami harus memahami bagaimana dan di mana kami menambah jumlah pemain, bagaimana dan di mana kami menempatkan mereka." — John Herdman
Pelatih asal Inggris itu menambahkan bahwa pemilihan pemain dan struktur permainan adalah cara utama untuk menciptakan keunggulan numerik di area tertentu.
"Yang paling penting bagi saya adalah memiliki pemain dengan kualitas tertinggi. Pemain yang berada sedekat mungkin dengan gawang." — John Herdman
Status grup dan peluang ke babak berikutnya
Indonesia saat ini mengumpulkan 4 poin dari dua laga awal, sehingga masih berpeluang melaju ke partai final jika meraih hasil positif kontra Bangladesh.
- Indonesia: 4 poin
- Bangladesh: 0 poin (kalah 0-3 vs Malaysia dan 0-1 vs Singapura)
Bangladesh menempati dasar klasemen Grup A setelah dua kekalahan. Herdman dan timnya akan memanfaatkan laga di SUGBK untuk mengamankan posisi dan mempertahankan peluang lolos.
Implikasi jelang laga
Fokus Herdman pada penempatan pemain dan peningkatan jumlah di area penalti menunjukkan perubahan taktis yang jelas menuju permainan lebih agresif. Jika taktik ini berjalan sesuai rencana, Indonesia diharapkan lebih sering menekan pertahanan Bangladesh dan menciptakan peluang di kotak penalti.
Pada akhirnya Herdman menekankan bahwa inti taktik adalah menciptakan keunggulan jumlah di area pencetak gol untuk meningkatkan kemungkinan meraih kemenangan.
"Pada akhirnya taktik yang mendasarinya adalah bagaimana Anda menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tertentu. Mendapatkan lebih banyak pemain di sekitar area pencetak gol." — John Herdman
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...
Bintang Timur Surabaya Tekuk Mimika FC 3-1 di PFL 3 Okt 2026
Bintang Timur Surabaya menang 3-1 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, pada lanjutan P...