Olahraga

Hendro dan Violine Cetak Rekor Nasional di Asian Games 2026

Bagikan:

Dua atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap dan Violine Intan Puspita, mencetak rekor nasional baru pada nomor half marathon Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, Rabu, 23 September 2026. Hendro finis ketujuh dengan waktu 1 jam 36 menit 49 detik, sementara Violine menempati posisi kedelapan dengan catatan 1 jam 51 menit.

Hendro perbaiki rekor nasional putra

Hendro memperbaiki rekor sebelumnya dari 1 jam 37 menit 47 detik menjadi 1 jam 36 menit 49 detik. Peningkatan ini tercapai di lintasan kompetitif yang diikuti oleh pelari Asia terbaik. Ia mengatakan hasil itu masih bisa ditingkatkan, namun tetap disyukuri.

"Tadi puji Tuhan, rekor baru, pengennya sih lebih tajam, tapi ya begitu lah hasilnya."

Hendro menyatakan persiapannya belum selesai, menuju nomor marathon yang akan berlangsung pada 27 September. Perbaikan waktu di half marathon dianggap sebagai langkah penting menuju target di nomor berikutnya.

Violine juga cetak rekor nasional putri

Violine Intan Puspita membukukan rekor baru putri dengan waktu 1 jam 51 menit, menggeser catatan sebelumnya 1 jam 52 menit 16 detik. Pencapaian itu menempatkan Violine di posisi kedelapan di ajang tingkat Asia ini.

"Tetapi saya berusaha sekuat saya untuk Indonesia."

Ia mengakui tantangan terbesar datang dari keraguan dan tekanan diri sendiri. Untuk itu, Violine menekankan pentingnya kesiapan mental selain kondisi fisik ketika berlomba di level internasional.

Arti prestasi bagi kontingen Indonesia

Perbaikan rekor oleh kedua atlet ini menjadi catatan positif bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Rekor baru menunjukkan perkembangan kualitas pelari jalan cepat nasional di ajang kontinental.

Selain prestise, perbaikan catatan juga memberi motivasi untuk persiapan teknis dan mental menjelang nomor marathon dan lomba berikutnya. Tim pelatih dan atlet akan menggunakan hasil ini untuk mengevaluasi strategi lomba.

Catatan dan prospek ke depan

Rekor baru Hendro dan Violine menambah bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level Asia. Kedua pencapaian ini berfungsi sebagai tolok ukur untuk program latihan jangka panjang.

Dengan fokus pada peningkatan kecepatan dan ketahanan, tim Indonesia berharap catatan ini menjadi modal bagi pencapaian lebih lanjut di sisa pertandingan Asian Games 2026.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait