Olahraga

Aditya Tri Gugur di Final Asian Games, CdM Minta Publik Dukung

Bagikan:

Aditya Tri Syahria gugur di final speed putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah dinyatakan melakukan false start, Kamis, 1 Oktober 2026, di Portmesse Nagoya. Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, meminta publik tetap memberi dukungan penuh karena nama itu dianggap sebagai masa depan panjat tebing speed Indonesia.

Kronologi dan catatan prestasi

Aditya sempat mencetak rekor Asian Games 4,62 detik pada babak kualifikasi, Rabu, 30 September 2026. Hasil kualifikasi itu mengangkat harapan medali bagi kontingen Indonesia.

Namun di final, ia terdepak dari perhitungan karena false start. Keputusan itu membuat waktunya tidak masuk dalam klasemen final speed putra.

Reaksi Chef de Mission

Todotua menegaskan hasil di Nagoya bukan akhir perjalanan atlet muda tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga semangat dan memberi kepercayaan, bukan beban berlebih.

Masyarakat Indonesia patut berterima kasih atas perjuangan luar biasa atlet panjat tebing Aditya Tri Syahria hari ini. Memang belum berakhir medali, tetapi kita yakini, salah satu masa depan speed climbing Indonesia ada di pada dirinya

Tugas kita menjaga pundaknya tetap kuat, bukan menambah berat

Dalam pernyataannya, Todotua juga mengapresiasi perjuangan Aditya bersama peraih emas Olimpiade 2024, Veddriq Leonardo. Ia berharap kedua atlet tetap semangat membela Merah Putih.

Dampak jangka pendek dan prospek ke depan

Kegagalan meraih medali tentu mengecewakan sementara. Namun pendapat CdM menggarisbawahi bahwa pengalaman di ajang besar seperti Asian Games memberi pembelajaran penting bagi atlet muda.

Dengan catatan waktu kualifikasi yang impresif, Aditya masih dianggap memiliki potensi untuk berkembang di nomor speed climbing. Tim pelatih diperkirakan akan mengevaluasi aspek start dan kesiapan mental sebelum kejuaraan internasional berikutnya.

Pesan penutup

Todotua mengajak publik untuk terus mendoakan dan mendukung kedua atlet. Dukungan dianggap krusial agar Adit dan atlet lain dapat bangkit dan memanfaatkan pengalaman ini sebagai pondasi prestasi masa depan.

Indonesia diharapkan tetap memberi ruang bagi regenerasi atlet panjat tebing yang menunjukkan kapasitas di level Asia dan dunia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait