Widya Nurbaiti Bawa GPS Bandung ke Final Honda DBL 2026
Widya Nurbaiti memastikan tempat Global Prestasi School (GPS) Bandung di partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East setelah timnya menyingkirkan SMAN 1 Baleendah di babak Fantastic Four, Sabtu (2026). GPS menang telak 75-27, dimana Widya mencetak 19 poin dan lima steal, menjadi kunci kemenangan dan tiket ke Championship Series DBL West Java.
Awal karier dan tantangan
Sebelum menekuni basket, Widya sempat lebih dulu aktif di olahraga bela diri. Ia mengikuti pencak silat dan taekwondo, lalu beralih ke basket saat pandemi karena dua kegiatan tersebut berhenti.
- Pencak silat
- Taekwondo
- Basket mulai dicoba selama pandemi
Peralihan itu bukan tanpa hambatan. Widya mengaku sempat merasa tidak mampu ketika baru belajar.
"Aku sempat ngedown waktu awal-awal belajar basket. Ngedown itu karena pas itu aku ngerasa nggak bisa-bisa buat mainnya. Kayak gereget sendiri gitu,"
Peran di laga semifinal
Di laga semifinal kontra SMAN 1 Baleendah, GPS tampil dominan sejak kuarter awal. Skor akhir 75-27 menggambarkan kontrol permainan yang dijalankan tim GPS.
Widya menjadi salah satu motor serangan. Statistiknya menunjukkan kontribusi besar pada dua sisi lapangan: poin sekaligus pengambilan bola lawan.
Kontribusi pemain inti lain juga mendukung kemenangan besar itu, namun penampilan Widya mendapat sorotan karena keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Target dan persiapan menuju final
Musim 2026 adalah tahun kedua Widya membela GPS di DBL West Java-East. Ia sudah merasakan atmosfer partai final pada musim sebelumnya, sehingga pengalaman itu menjadi modal berharga.
Persiapan panjang yang dijalani tim menjadi modal untuk mengejar target lebih tinggi. Kembali lolos ke final sekaligus memastikan tempat di Championship Series DBL West Java memberi peluang GPS mengejar trofi musim ini.
Widya menegaskan bahwa perjalanan tim belum selesai. Latihan dan fokus tak berubah, karena tujuan akhir adalah meraih hasil maksimal di final.
Implikasi: Keberhasilan GPS dan peran Widya mencerminkan proses pengembangan atlet muda yang konsisten. Dari merasa tak mampu hingga jadi andalan, perjalanan Widya memberi contoh perkembangan yang bisa diikuti pemain muda lain.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
MU Bidik Gabriel Rajkovic, Wonderkid 15 Tahun dari Norwegia
MU memantau Gabriel Rajkovic, winger 15 tahun Vålerenga, seiring ketidakpastian masa depan JJ Gabriel di Old...
Vieira Pilih Tak Panggil Mané untuk Kualifikasi Piala Afrika 2027
Patrick Vieira tidak memanggil Sadio Mané untuk kualifikasi Piala Afrika 2027 karena masalah fisik; ia meman...
Kekalahan dari China Jadi Motivasi Indonesia Jelang Thailand
Kekalahan 41-110 dari China di Asian Games 2026 jadi pelajaran penting bagi basket putri Indonesia jelang la...
FAJI Gelar Kejurnas Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Bali
FAJI menggelar Kejurnas Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Bali (23-28 Sept) dengan 53 tim dari 16 provinsi s...
Timnas Basket Putri 3x3 Hadapi Thailand Usai Dua Kekalahan
Timnas Basket Putri 3x3 Indonesia kalah dua kali di Pool D Asian Games 2026 dan akan menghadapi Thailand pad...
Timnas Basket Putri Lolos 8 Besar Asian Games 2026 meski Kalah 41-110
Timnas Basket Putri 5x5 lolos 8 besar Asian Games 2026 meski kalah 41-110 dari Tiongkok di Aichi pada 21 Sep...