Olahraga

SMAN 24 Bandung Lolos Big Eight Honda DBL 2026

Bagikan:
Rasyid Aaqil pemain SMAN 24 Bandung merayakan lolos babak delapan besar DBL 2026

Bandung — Rasyid Aaqil berhasil membawa SMAN 24 Bandung melangkah ke babak delapan besar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Pencapaian itu tercapai pada musim ketiga Rasyid berseragam sekolah, dan menjadi momen penting menjelang penutupan kariernya di Bandung Arena.

Impian yang Terwujud

Rasyid mengaku sudah memendam target tersebut sejak masuk tim pada kelas 10. Keinginan itu menjadi pendorong utama selama tiga musim berjuang bersama Dua Empat.

"Dari aku main kelas 10. Aku sudah punya mimpi buat bisa bawa sekolah main di babak delapan besar,"

Perbaikan kemampuan lewat latihan

Awal masuk skuad, Rasyid mengaku kemampuan dasar basketnya masih terbatas. Ia menyebut tidak bisa menembak dan masih kesulitan menggiring bola saat pertama kali dipilih ke tim.

"Waktu aku kelas 10 itu aku nggak bisa main apa-apa. Shooting nggak bisa. dribble apalagi. Mungkin aku kepilih itu karena aku sedikit lebih baik dari yang lain,"

Kesadaran atas kelemahan tersebut membuat Rasyid meningkatkan intensitas latihan. Perbaikan teknis dan konsistensi di lapangan akhirnya memungkinkan dia menjadi bagian penting tim pada musim 2026.

Perjuangan tim sebelum mencapai delapan besar

Perjalanan SMAN 24 ke babak delapan besar tidak instan. Pada musim pertama Rasyid, perjalanan tim terhenti di pertandingan kedua. Musim berikutnya, mereka tersingkir pada laga pembuka.

"Kalah di DBL itu nggak enak banget. Kita mau nggak mau disuruh sabar buat nunggu tahun depan. Nah, buat aku yang kelas 12 sudah nggak ada kata tahun depan lagi. Harus all out setiap pertandingannya,"

Kesadaran bahwa musim 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi Rasyid mendorong tim untuk tampil lebih fokus dan agresif di setiap pertandingan sampai mereka merebut tiket ke Big Eight.

Makna dan target berikutnya

Lokomotif SMAN 24 memasang target lebih tinggi setelah memastikan tempat di delapan besar. Rasyid menyatakan hasratnya untuk tidak hanya mencapai babak itu, tetapi juga membawa sekolah ke partai final.

SMAN 24 terakhir tampil di babak delapan besar pada 2019. Enam tahun kemudian, tim akhirnya kembali mencatatkan pencapaian tersebut dengan andil Rasyid dalam perjalanan tim.

Dengan momentum yang ada, perhatian kini tertuju pada bagaimana SMAN 24 mempertahankan konsistensi dan mengeksekusi ambisi menuju final, sekaligus menutup era Rasyid di Bandung Arena dengan hasil terbaik.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait