PSG Menang Dramatis 2-1 di Vélodrome, Marquinhos Jadi Pahlawan
Paris Saint-Germain meraih kemenangan penting 2-1 atas Marseille dalam Le Classique di Stade Vélodrome pada Senin dini hari, 21 September 2026. Marquinhos menjadi penentu dengan gol pada menit ke-74, setelah Ferran Torres membuka keunggulan pada menit ke-66 dan Angel Gomes menyamakan skor enam menit kemudian.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan, terutama karena PSG bermain sebagai tamu di kandang lawan. Ferran Torres memecah kebuntuan menit ke-66 lewat sundulan memanfaatkan umpan Désiré Doué.
Enam menit setelah itu, Angel Gomes menyamakan skor untuk tuan rumah. Namun Marquinhos menghadirkan kembali keunggulan PSG pada menit ke-74 dan memastikan tiga poin bagi timnya.
Peristiwa Kunci
| Menit | Peristiwa |
|---|---|
| 66' | Ferran Torres (PSG) - gol pembuka |
| 72' (enam menit kemudian) | Angel Gomes (Marseille) - gol penyama |
| 74' | Marquinhos (PSG) - gol penentu |
| 77' | Timothy Weah (Marseille) - kartu kuning kedua, diusir |
Reaksi Pelatih: Luis Enrique
Pelatih PSG, Luis Enrique, menyatakan kemenangan ini terasa spesial karena tekanan bermain di kandang rival. Ia juga menilai penampilan tim meningkat signifikan setelah jeda.
"Le Classique melelahkan, tetapi saya sangat senang! Beberapa orang mengira ini akan mudah, tetapi saya tidak,"
Kata Marquinhos Usai Gol
Kapten PSG itu menegaskan bahwa hasil akhir lebih penting ketimbang cara pertandingan berjalan, terutama menghadapi tekanan publik Vélodrome. Gol ini memberi arti khusus karena terjadi di laga beragai rivalitas tinggi.
"Kami juga harus bertahan, dan meskipun mereka berada di posisi kedua dari bawah sebelum pertandingan ini. Mereka adalah tim yang bagus yang menantang kami di lapangan,"
Marquinhos menambahkan bahwa kemenangan di Vélodrome selalu menyenangkan. Ia juga menyamai jumlah gol Lucas Moura untuk PSG, tercatat sebagai gol ke-46 bagi sang kapten—sebuah catatan istimewa untuk pemain bertahan.
Dampak dan Konteks
Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi PSG dalam persaingan di klasemen liga, sekaligus menegaskan kemampuan tim untuk bangkit setelah jeda pertandingan. Keunggulan mental setelah meraih hasil di stadion lawan besar seperti Vélodrome bisa menjadi modal berharga bagi perjalanan kompetisi berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Empat Sekolah Tampilkan Cerita Indonesia di AQUA DBL Dance 2026
Empat sekolah SMA tampil di AQUA DBL Dance 2026 West Java-East, menyajikan tema budaya, sejarah, UMKM, dan p...
Keluarga Dukung Evan Azka di DBL, Orangtua Tekankan Sekolah
Keluarga Evan Azka hadir di tribun DBL 2026, memberi dukungan moral sambil menekankan prioritas pendidikan b...
Rainer Widjaja Pulih dan Bawa Trimulia ke Delapan Besar DBL 2026
Rainer Widjaja pulih dari retakan pergelangan kaki dan membantu SMA Trimulia Bandung melaju ke delapan besar...
Kirani Azka Putria: Dancer SMAN 21 Bandung dan Duta Lingkungan
Kirani Azka Putria, dancer SMAN 21 Bandung, berkompetisi di AQUA DBL Dance 2026 dan aktif sebagai Duta Lingk...
Ditha Fadhilah Kembali ke SMAN 9 Bandung sebagai Asisten Pelatih
Ditha Lisda Fadhilah kembali ke SMAN 9 Bandung sebagai asisten pelatih sejak 2024, membawa pengalaman juara...
AQUA DBL Dance 2026: Pelajar Tampilkan Kelestarian Laut dan Batik
Dua tim pelajar di AQUA DBL Dance 2026 tampilkan kelestarian laut dan batik, mengajak generasi muda menjaga...