Mourinho Protes Keras Wasit Usai Madrid Kalah 2-1
Jose Mourinho melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit usai Real Madrid kalah 2-1 dari Atletico Madrid di Metropolitano, Minggu 20 September 2026. Ia menilai dua kartu merah untuk timnya sebagai keputusan yang jelas yang mengubah jalannya pertandingan. Protes Mourinho juga menyasar penunjukan wasit dan peran VAR.
Protes Wasit dan kartu merah
Mourinho menegaskan bahwa dua kartu merah membuat Madrid kesulitan bermain. Ia menunjukkan bukti berupa dua foto yang dipublikasikan di laman klub sebagai bagian dari protesnya. Menurutnya, keputusan itu menentukan hasil akhir.
"Kami dapat melewatkan konferensi pers karena kisah pertandingan ada di sini. Itu adalah dua kartu merah yang jelas,"
Pelatih asal Portugal itu juga membayangkan situasi lebih sulit jika Madrid harus bermain sebelas lawan sembilan selama lima puluh menit. Ia menilai keputusan memberikan keuntungan besar bagi lawan dan memengaruhi ritme tim.
Kontroversi VAR dan penunjukan wasit
Mourinho menyoroti penunjukan wasit yang, menurutnya, sudah diketahui seminggu sebelum laga. Ia menyinggung usia dan pengalaman wasit tersebut, serta keterlibatan tokoh yang biasa muncul di ruang VAR.
"Ia adalah wasit berusia 41 tahun yang bahkan bukan wasit internasional. Orang malang itu datang ke sini dan tidak bisa menahan tekanan,"
Soal peran VAR, Mourinho menyebut nama Trujillo dan mempertanyakan tekanan kerja di Las Rozas. Ia menegaskan bahwa jika wasit utama tidak berpengalaman, maka dukungan VAR seharusnya mampu menahan situasi.
"Jika wasit yang malang itu tidak berpengalaman, maka pria ini tidak memiliki tekanan apa pun karena di Las Rozas tidak ada tekanan,"
Penilaian terhadap permainan dan implikasi
Mourinho mengaku belum memeriksa detail insiden kartu merah Dean Huijsen secara mendalam. Meski begitu, ia mengemukakan skenario pelanggaran yang menurutnya seharusnya berakhir berbeda.
"Jika pelanggaran dimulai di luar kotak penalti, itu adalah pelanggaran, kartu merah, dan 0-0,"
Pelatih itu menegaskan ia lebih suka menang tanpa kontroversi. Ia juga mengingat dua kartu merah yang pernah diterima Madrid melawan Elche sebagai kombinasi yang menyulitkan musim ini.
"Saya ingin berpikir mereka hanya melakukan kesalahan, sama seperti pelatih atau pemain bisa melakukan kesalahan,"
Di sisi lain, Mourinho memuji penampilan tim pada babak pertama dan menolak menyalahkan pemain. Ia berharap nama La Liga tidak ternoda oleh kasus Negreira dan menegaskan bahwa Madrid akan terus berjuang meski menghadapi keputusan wasit yang kontroversial.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Liverpool Menang 1-0 di Vitality, Iraola Puji Pertahanan
Liverpool menang 1-0 atas Bournemouth di Vitality; Isak cetak gol menit 57 dan Iraola memuji solidnya pertah...
Vickery Antusias Jalani FIFA ASEAN Cup 2026 Bersama Indonesia
Luke Vickery antusias menyambut debutnya bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026; laga Grup A berlan...
Manchester City Menang 5-3 atas Sunderland di Etihad
Manchester City mengalahkan Sunderland 5-3 di Etihad, Minggu 20 September 2026, mempertahankan rekor sempurn...
Maarten Paes Minta Suporter Dukung Timnas dari Menit Pertama
Maarten Paes meminta suporter Timnas Indonesia mendukung sejak menit pertama di GBK agar pemain termotivasi...
Indonesia Juara SEABA U-17 3x3, Tim Putra Bangkit di Batam
Timnas Basket Putra U-17 3x3 juara SEABA 2026 setelah mengalahkan Malaysia 20-11 di Batam; Indonesia sukses...
Indonesia Kawinkan Gelar SEABA U-17 3x3 di Batam
Indonesia mengawinkan gelar putra dan putri SEABA U-17 3x3 di Batam dengan kunci keberhasilan: konsistensi p...