Scaloni Puji Messi: Utamakan Tim daripada Rekor Pribadi
Jakarta: Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, memuji kapten Lionel Messi yang memilih kepentingan tim di atas upaya mengejar rekor pribadi pada laga penutup fase grup Piala Dunia 2026, Senin, 29 Juni 2026. Keputusan itu dinilai memperlihatkan komitmen dan kepemimpinan pemain berusia 39 tahun.
Scaloni jelaskan sikap Messi
Usai kemenangan 3-1 atas Yordania, Scaloni menuturkan bahwa Messi sebenarnya mampu bermain selama 90 menit penuh dan berpeluang menambah catatan pribadinya. Namun, sang kapten memilih menukar kesempatan itu agar rekan setim mendapat menit bermain.
"Messi sebenarnya bisa bermain sepanjang pertandingan dan semakin menambah legenda dirinya. Namun, dia memilih memberi kesempatan kepada rekan-rekannya untuk bermain," kata Scaloni, Senin, 29 Juni 2026.
Peran Messi dalam laga dan kontribusi gol
Meski tampil sebagai pemain pengganti, Messi tetap berkontribusi penting. Ia mencetak satu gol lewat tendangan bebas indah yang membantu Argentina menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania.
Gol tersebut sekaligus menegaskan bahwa keputusan rotasi tidak mengurangi efektivitas pemain sekaliber Messi dalam momen krusial. Pilihan untuk memberi menit kepada pemain lain juga menunjukkan strategi manajemen skuad menjelang babak gugur.
Pesan Scaloni soal prioritas tim
Scaloni menegaskan bahwa Messi tidak menomorsatukan pencapaian individu saat berseragam Argentina. Menurut sang pelatih, sikap itu mencerminkan arti besar tim nasional bagi pemain tersebut.
"Dia tidak memikirkan rekor-rekor yang dibicarakan banyak orang. Itu sudah menjelaskan segalanya tentang arti Argentina baginya," ujar Scaloni.
Dampak pada perjalanan Argentina
Hasil melawan Yordania memastikan La Albiceleste melaju ke babak 32 besar dengan catatan sempurna di fase grup. Kemenangan itu mengukuhkan Argentina sebagai salah satu favorit untuk mempertahankan gelar pada Piala Dunia 2026.
Keputusan untuk merotasi pemain, sambil tetap mengandalkan pengalaman Messi saat dibutuhkan, memberi sinyal kesiapan tim menghadapi fase gugur. Selain menjaga kondisi pemain inti, kebijakan ini juga memberi kesempatan pengganti menunjukkan kemampuan di panggung dunia.
Dengan kombinasi pengalaman dan kedalaman skuad, Argentina melangkah ke babak 32 besar dengan momentum positif dan pilihan taktik yang fleksibel.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Robi Darwis Tinggalkan Persib untuk Tantangan Baru
Robi Darwis resmi hengkang dari Persib setelah kontrak habis usai juara BRI Super League 2025/26; tujuan klu...
Ronaldo Jr. Jadi Magnet di Piala Dunia 2026, Bakal Warisi Nomor 7?
Ronaldo Jr. hadir di tribun saat Portugal imbang Kolombia dan memakai jersey nomor 7, memicu spekulasi dia b...
Hornbills Juara IBL GoPay 2026 usai Taklukkan Pelita Jaya
Hornbills Bogor juara IBL GoPay 2026 usai menang 64-61 atas Pelita Jaya di gim kelima final, gelar pertama s...
Persebaya Rekrut Yusuf Meilana dengan Kontrak Satu Musim
Persebaya merekrut Yusuf Meilana dengan kontrak satu musim untuk memperkuat sayap dan opsi bek tim pada musi...
Victor Munoz ke Liverpool: Kesempatan yang Tak Boleh Dilewatkan
Victor Munoz setuju pindah ke Liverpool; penyerang 22 tahun akan bergabung usai Piala Dunia dan menyebutnya...
Tottenham Rekrut Kiper Martin Dubravka, Gabung 1 Juli
Tottenham resmi merekrut Martin Dubravka, kiper 37 tahun dengan 197 penampilan Premier League; ia akan resmi...