LSF Ajak Masyarakat Jadi Penonton Kritis Lewat GNBSM
Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak masyarakat menjadi penonton kritis melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM). Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan literasi dan nonton bareng film nasional di CGV Depok Mall, Depok, Selasa, 21 Juli 2026, dengan tujuan mendorong masyarakat memilih tontonan sesuai klasifikasi usia dan nilai budaya.
LSF dan Gerakan Sensor Mandiri
Ketua Komisi I LSF, Tri Widyastuti Setyaningsih, menegaskan bahwa klasifikasi usia adalah instrumen negara untuk melindungi publik. LSF mendorong penonton melakukan sensor mandiri sebagai upaya memilah tontonan sebelum menonton bersama keluarga.
"Klasifikasi usia ini adalah cara negara atau pemerintah untuk melindungi masyarakat. Jadi, sensor mandiri adalah pilah dan pilih tontonan sesuai klasifikasi usia,"
Fungsi film dan dampak ekonomi kreatif
Tri menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang, film memiliki beberapa fungsi yang memengaruhi masyarakat dan ekonomi kreatif. Fungsi tersebut antara lain:
- Budaya
- Pendidikan
- Hiburan
- Informasi
- Pendorong karya kreatif
- Ekonomi
"Menurut Undang-Undang, fungsi film itu ada 6, budaya, pendidikan, hiburan, informasi, pendorong karya kreatif, dan ekonomi. Misal, ada aktor di film yang pakai fashion tertentu, pasti akan diikuti, jadi mempengaruhi bidang ekonomi kreatif lainnya,"
Peran dan tugas LSF
LSF menjalankan tiga tugas utama yang bertujuan melindungi masyarakat dari dampak negatif konten film. Tri merinci tugas tersebut sebagai berikut:
- Penyensoran (penelitian dan penilaian isi sebelum tayang)
- Pemantauan (mengawasi kepatuhan, termasuk tanda lulus sensor)
- Sosialisasi kepada masyarakat
"Tugas dan mewenang LSF itu penyensoran, pemantauan, dan sosialisasi. Memantau itu mengawasi apakah surat tanda lulus sensor yang dikeluarkan sama LSF itu ada di dalam film,"
Menjadi penonton kritis
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Dr. Suma Riella Rusdiarti, menekankan bahwa film tidak pernah netral. Proses seleksi, penyusunan, dan pembingkaian makna dapat membentuk stereotip dan persepsi publik.
"Film adalah seni yang kompleks dan melibatkan begitu banyak orang. Jadi, satu film melibatkan banyak profesi, bentuk seni, proses, konsumsi, dan dana, dari pra produksi sampai produksi,"
"Menjadi penonton yang kritis tidak selesai sampai film apa yang kita pilih, tapi setelah kita nonton juga. Kita menilai film itu punya pengaruh apa terhadap kita, nah itu juga harus kita pilih,"
Program GNBSM dan harapan ke depan
Melalui GNBSM, LSF berharap literasi perfilman masyarakat meningkat sehingga pilihan tontonan lebih tepat dan berkualitas. Program ini ditujukan tidak hanya untuk memberi panduan usia, tetapi juga membangun kapasitas penonton dalam membaca pesan dan dampak film pada kehidupan sosial dan budaya.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...