Olahraga

Kurash Resmi Masuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Bagikan:

Kurash, seni bela diri tradisional Asia Tengah, resmi menjadi cabang pertandingan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pertandingan kurash dijadwalkan berlangsung di Aichi Budokan bersama jiu-jitsu dan wushu.

Asal-usul dan pengakuan internasional

Kurash berakar dari tradisi gulat Uzbekistan dan berkembang menjadi olahraga teratur. Pada 1990-an kurash mulai mendapat perhatian internasional sampai penyelenggaraan turnamen pertama di Tashkent pada September 1998.

Pada 6 September 1998, perwakilan dari 28 negara membentuk International Kurash Association (IKA) untuk mengatur standar kompetisi. Organisasi ini kemudian mendorong pengakuan kurash oleh Dewan Olimpiade Asia pada 2003.

Sejak mendapat pengakuan, kurash muncul dalam berbagai ajang regional dan tampil sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games Doha 2006 sebelum resmi masuk program Aichi-Nagoya 2026.

Aturan dasar pertandingan

Pertandingan kurash hanya berlangsung dalam posisi berdiri. Atlet berusaha menjatuhkan lawan menggunakan teknik bantingan tanpa melanjutkan pertarungan di lantai.

IKA melarang beberapa teknik untuk menjaga keselamatan dan karakteristik olahraga. Larangan utama meliputi:

  • kuncian lengan
  • cekikan
  • tendangan
  • pegangan di bawah pinggang

Pertandingan dimulai dengan kedua atlet saling memberi salam dan membungkuk. Mereka memakai pakaian khusus bernama yaktak dan bertanding di atas area yang disebut gilam, dengan sabuk sebagai alat bantu teknik.

Penilaian dan jenis skor

Penilaian dalam kurash diberikan berdasarkan keberhasilan teknik bantingan yang sah menurut aturan IKA. Organisasi tersebut menetapkan beberapa kategori nilai, antara lain:

  • Khalol
  • Yonbosh
  • Chala

Jenis-jenis nilai ini menjadi dasar penentuan pemenang dalam setiap laga, sesuai pedoman teknis yang diberlakukan penyelenggara.

Dampak dan prospek di Asian Games

Masuknya kurash ke program Asian Games menegaskan keberagaman tradisi bela diri Asia yang kini bermetamorfosis menjadi olahraga kompetitif internasional. Keputusan Dewan Olimpiade Asia juga membuka peluang bagi negara-negara lain untuk mengembangkan cabang ini di level regional.

Dengan tampil di Aichi Budokan, kurash akan memperoleh panggung untuk menarik perhatian publik olahraga internasional dan memperkuat posisi olahraga Asia Tengah dalam kalender kompetisi multinasional.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait