Kopi dan Keselamatan: Seminar 'Secangkir Kopi Sejuta Mimpi' di Bandung
Sebuah seminar bertajuk Secangkir Kopi Sejuta Mimpi digelar di Universitas Widyatama, Bandung, Kamis (24/9). Acara ini mengajak sekitar 150 mahasiswa dan civitas akademika memahami peran kopi dalam kewaspadaan serta pentingnya mengecek kondisi tubuh sebelum berkendara.
Tujuan dan peserta
Seminar berlangsung untuk menggabungkan perspektif keselamatan berkendara dan pemahaman tentang kopi. Peserta diajak menyimak bahasan mengenai kafein, kondisi fisik, serta langkah pencegahan saat berkendara. Hadir sekitar 150 mahasiswa dan anggota civitas akademika.
Pemateri dan materi utama
Acara menghadirkan empat pemateri dari berbagai latar bidang. Mereka menyampaikan pesan praktis terkait kewaspadaan di jalan dan penggunaan kopi secara bijak:
- Amizar Maas — materi Safety Riding, fokus pada kesiapan fisik dan mental sebelum berkendara.
- Stanislaus Dismas — barista dan pegiat kopi, menjelaskan kandungan kafein dan pengaruhnya terhadap tubuh.
- AKP Fiekry Adi Perdana, S.I.Kom., CPHR — dari kepolisian, menekankan hukum dan kedisiplinan berlalu lintas.
- Dwi Restu Handoyo — dari Jasa Raharja, memaparkan risiko kecelakaan dan langkah preventif untuk mengurangi fatalitas.
Kafein bukan pengganti istirahat
Dalam sesi safety riding, Amizar Maas mengingatkan bahwa rasa kantuk dan kelelahan menurunkan fokus serta kemampuan merespons situasi di jalan. Ia menekankan agar pengendara selalu memastikan kondisi fisik dan mental prima sebelum melaju.
Stanislaus Dismas menambahkan bahwa kopi dapat meningkatkan kewaspadaan pada kondisi tertentu. Namun, ia memperingatkan bahwa kafein bukan pengganti tidur. Jika kantuk muncul saat perjalanan, pengendara tetap disarankan berhenti di tempat aman dan beristirahat terlebih dahulu.
Kesadaran hukum dan langkah preventif
Perwakilan kepolisian, AKP Fiekry Adi Perdana, menekankan pentingnya kedisiplinan dan pemahaman aturan lalu lintas. Ia mengajak generasi muda membangun budaya berkendara yang aman di lingkungan kampus dan sekitarnya.
Dari sisi asuransi dan penanganan kecelakaan, Dwi Restu Handoyo memaparkan risiko serta langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak dan fatalitas kecelakaan. Materi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian peserta terhadap keselamatan bersama di jalan.
Kesimpulannya, seminar menegaskan bahwa kopi dapat membantu sementara, tetapi prioritas utama bagi pengendara adalah mengenali batas tubuh, mematuhi aturan, serta mengambil tindakan pencegahan saat diperlukan.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
LEPAS ASCO Fatmawati Dibuka, Bawa Premium Mobility Experience di Jakarta
ASCO buka LEPAS ASCO Fatmawati di Jakarta Selatan, hadirkan akses mobil listrik LEPAS dan pengalaman Premium...
Chery Bawa 6 Model Elektrifikasi ke GIIAS Semarang 2026
Chery tampil di GIIAS Semarang 30 Sept–4 Okt 2026 dengan enam model elektrifikasi, termasuk Chery Q dan test...
JPX Luncurkan Helm Modular MX7, Posisi "MAKE A MOVE"
JPX resmi meluncurkan helm modular MX7 pada 26 September 2026, dengan positioning "MAKE A MOVE" dan fokus pa...
Cek Harga BBM Pertamina Oktober 2026: Daftar Lengkap
Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada perubahan harga BBM per 1 Oktober 2026; harga Pertalite dan Bioso...
Ramadhipa Siap Kejar Papan Atas di Moto3 Junior Aragón 2026
M. Kiandra Ramadhipa (16) siap kejar posisi lebih baik di Moto3 Junior World Championship Aragón 25–27 Sept...
Pajero Sport: 4 Generasi dan Mesin 2.4L Tetap Jadi Pilihan
Pajero Sport tetap jadi pilihan SUV Indonesia setelah empat generasi, ditopang mesin 2.4L MIVEC dan penyesua...