‘Jangan Buang Ibu’ Raih 3,2 Juta Penonton dan Debut di Malaysia
Film keluarga Jangan Buang Ibu telah ditonton oleh 3,2 juta penonton di bioskop dan memulai debut internasionalnya di Malaysia pada 16 Juli 2026. Produser Agung Saputra menyampaikan kabar ini saat acara literasi dan nonton bareng di CGV Depok Mall, Selasa, 21 Juli 2026. Keberhasilan ini menunjukkan minat penonton Indonesia terhadap cerita bertema keluarga tetap kuat meski bersaing dengan film Hollywood.
Perolehan penonton dan debut internasional
Agung Saputra menyatakan angka penonton tersebut sebagai pencapaian penting bagi tim produksi. Film mulai diputar di Malaysia pada 16 Juli 2026 dan tim berharap sambutan hangat dari penonton setempat.
Sekarang ‘Jangan Buang Ibu’ sudah menyentuh 3,2 juta penonton di bioskop. Lalu, tanggal 16 kemarin mulai tayang di Malaysia dan mudah-mudahan disambut hangat dan ditonton oleh banyak orang.
Proses kreatif dan adaptasi dari novel
Jangan Buang Ibu diadaptasi dari novel karya Wahyu Derapriyangga. Naskah dikembangkan bersama penulis Widya, lalu disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Agung mengatakan proses kreatif berangkat dari pengalaman hidup yang dekat dengan keluarga Indonesia.
Kita mulai dari membuat skrip yang dekat dulu dengan kita, karena biasanya hidup itu tidak selalu lurus-lurus saja. Lika-liku kehidupan, kasih sayang orang tua, kami ramu jadi satu sehingga menjadi film utuh.
Promosi nasional dan respons penonton
Untuk membangun audiens, tim produksi menggelar roadshow promosi ke 20 kota di Indonesia sebelum penayangan nasional. Setiap kunjungan menampilkan pemutaran awal dan interaksi dengan penonton yang membantu menyebarluaskan pesan film.
Kami datang ke dua puluh kota di Indonesia untuk membawa pesan kami punya film bagus yang layak ditonton. Alhamdulillah, setiap kota yang kami datangi, peserta yang nonton duluan itu sekitar 3.000 sampai 6.500.
Menurut Agung, banyak penonton menunjukkan reaksi emosional setelah menonton, dan tim berharap film mendorong penonton memanfaatkan waktu bersama keluarga.
Klasifikasi usia dan anjuran sensor mandiri
Lembaga Sensor Film (LSF) menegaskan pentingnya klasifikasi usia untuk melindungi masyarakat. Jangan Buang Ibu mendapat klasifikasi usia 13 tahun ke atas, sehingga dikategorikan layak untuk tontonan keluarga yang lebih luas.
Klasifikasi usia tadi ada 4 macam, semua umur, 13 tahun ke atas, 17 tahun ke atas, dan 21 tahun ke atas. Film Jangan Buang Ibu contohnya, itu 13 tahun ke atas.
LSF mengajak masyarakat menerapkan budaya sensor mandiri dengan memperhatikan klasifikasi sebelum menonton. Langkah ini dianggap penting agar manfaat film sebagai media pendidikan dan hiburan dapat dirasakan optimal.
Implikasi dan langkah ke depan
Perolehan penonton dan debut di Malaysia menunjukkan bahwa film bertema keluarga masih memiliki pasar kuat. Tim produksi kini dihadapkan pada tantangan mempertahankan momentum promosi, memperluas distribusi, dan menjaga citra film saat bersaing dengan judul internasional.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...