Pemilik Botev Plovdiv Tewas Ditembak di Plovdiv
Iliyan Filipov, pemilik klub sepak bola Bulgaria Botev Plovdiv, tewas setelah ditembak pada Rabu, 30 September 2026, di Kota Plovdiv. Penembakan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat di distrik Hristo Smirnenski. Polisi menahan seorang pria berusia 51 tahun yang diduga terkait kasus ini, namun motif pembunuhan masih diselidiki.
Kronologi penembakan
Insiden berlangsung ketika Filipov keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu depan sebuah rumah yang menurut laporan merupakan tempat tinggal seorang perempuan yang dikenalnya. Penembakan terjadi di halaman rumah tersebut.
"Filipov ditembak di bagian kepala setelah keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu depan sebuah rumah,"
Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi, namun Filipov telah meninggal dunia ketika polisi tiba. Aparat menutup area sekitar untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara dan pencarian bukti.
Penangkapan tersangka
Polisi kemudian menangkap seorang pria berusia 51 tahun di Sofia, ibu kota Bulgaria. Pria itu diduga mantan karyawan perusahaan transportasi dan konstruksi PIMK, perusahaan yang didirikan dan dipimpin oleh Filipov.
Hingga kini, otoritas belum mengungkap motif penembakan maupun hubungan pasti antara tersangka dan korban. Penyidik juga masih mencari saksi yang mungkin mengetahui detail kejadian.
Dampak pada klub dan respons suporter
Filipov dikenal sebagai figur penting dalam sepak bola Bulgaria dan memiliki peran besar di Botev Plovdiv. Ia berperan dalam pembangunan Stadion Hristo Botev, markas baru klub tersebut.
Berita kematian Filipov memicu reaksi cepat dari suporter. Para pendukung berkumpul di Stadion Hristo Botev pada Rabu malam untuk memberikan penghormatan terakhir.
Akibat kejadian ini, sesi latihan klub dibatalkan. Pertandingan melawan Slavia Sofia yang semula dijadwalkan harus ditunda dan akan mencari tanggal pengganti.
Penyelidikan dan langkah selanjutnya
Pihak kepolisian Bulgaria menyatakan kasus masih dalam penyelidikan intensif. Fokus penyidikan meliputi pengumpulan bukti di tempat kejadian, pemeriksaan hubungan antara korban dan tersangka, serta identifikasi saksi.
Perkembangan penangkapan mantan karyawan PIMK menjadi salah satu titik utama penyelidikan. Namun otoritas belum mengumumkan dakwaan formal atau rencana persidangan.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan terhadap tokoh olahraga di kawasan tersebut dan akan terus dipantau oleh publik serta otoritas setempat.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal Jelang Laga vs Denmark
Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal sebelum laga melawan Denmark setelah tak ik...
Timnas Indonesia Diminta Tampil Agresif Hadapi Bangladesh di GBK
Ignatius Indro minta Timnas Indonesia tampil agresif dan kreatif lawan Bangladesh di GBK 1 Oktober 2026 untu...
Hong Kong ke Final ASEAN Challenge Cup usai Taklukkan Brunei 2-0
Hong Kong melaju ke final FIFA ASEAN Challenge Cup usai mengalahkan Brunei 2-0 di Stadion Kai Tak, 30 Septem...
Abdullah Iqbal: Pemain Pakistan Meningkat Berkat Karier Luar Negeri
Kapten Abdullah Iqbal menilai pengalaman pemain Pakistan di luar negeri meningkatkan kualitas skuad, terliha...
Ilhan Fandi: Pentingnya Singapura vs Malaysia di ASEAN Cup
Ilhan Fandi menilai laga Singapura vs Malaysia di Bandung krusial bagi peluang The Lions melaju ke final FIF...
Abdullah Iqbal: Agresivitas Kunci Kebangkitan Pakistan
Kapten Abdullah Iqbal sebut agresivitas jadi kunci saat Pakistan bangkit dari 0-2 menjadi imbang lawan Filip...