Hiburan

Denny Sumargo Produser 'Baby Udon': Kisah di Balik Film

Bagikan:
Denny Sumargo saat konferensi pers pengumuman film Baby Udon di Senayan City

Denny Sumargo mengungkap proses lahirnya film Baby Udon yang bermula dari sebuah episode podcast bersama Fanny Kondoh. Pengumuman itu disampaikan saat konferensi pers di XXI Senayan City, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. Ia mengatakan cerita pribadi Fanny tentang perjuangan bayi tabung dan penyakit mendiang suaminya, Hajime Kondoh, mendorongnya menjadi produser dan juga memerankan sosok Hajime.

Awal mula ide

Menurut Denny — yang akrab disapa Densu — pertemuan lewat podcast membuka perspektif baru tentang sosok Fanny. Ia awalnya hanya mengenal Fanny dari unggahan viral, tetapi berubah setelah mendengar perjalanan hidup pasangan itu secara langsung.

Awalnya itu, saya podcast dengan Fanny, saya kurang tahu beliau itu siapa, viral di medsos beli kuburan dan sedekah. Terus pas podcast itu dia cerita perjalanannya dia, kenapa dia beli kuburan dan kenapa dia sedekah, ternyata suaminya sakit,

Perincian pengalaman Fanny menjalani program bayi tabung dan menghadapi diagnosis kanker pada Hajime membuat Densu yakin cerita itu layak diangkat ke layar lebar.

Dalam podcast itu intuisi saya ngomong, bagus nih kalau dijadikan film. Dari situ saya merasa kisah ini sangat kuat dan menyentuh,

Proses produksi dan pemilihan pemeran

Densu awalnya ragu menerima tawaran menjadi produser karena belum pernah menggarap film layar lebar. Dorongan dari istrinya, Olivia Sumargo, serta keyakinan akan kekuatan cerita, akhirnya mendorongnya menerima tantangan tersebut.

Terus istri saya (Ci Oliv) nanya kira-kira bisa gak bikin film ini? Saya diem tuh mikir, membayangkan dulu gambaran adegan-adegan dramanya seperti apa, wah susah nih bakal capek,

Ia membentuk tim yang dianggap mampu menerjemahkan kisah Fanny dan Hajime secara utuh. Sutradara Fajar Bustomi dan penulis skenario Oka Aurora masuk dalam tim inti produksi.

Proses audisi kemudian menentukan pemeran Fanny Kondoh. Setelah seleksi, Caitlin Halderman dipilih. Densu mengatakan keputusan itu juga melibatkan persetujuan langsung dari Fanny agar karakter di layar mewakili kisah nyata.

Ekspresinya itu membuat saya langsung tahu dalam hati saya kalau dia pemerannya. Tapi saat itu saya nggak putuskan, karena menurut saya yang pantas memutuskan itu selain produser adalah Fanny Kondoh aslinya,

Selain sebagai produser, Densu turut berperan sebagai Hajime untuk memastikan penyampaian cerita berlangsung dengan hormat dan empati.

Respons mitra produksi dan harapan publik

Produser Eksekutif LYTO Pictures, Andi Suryanto, menyatakan bangga bisa berkolaborasi dengan Sumargo Films mengangkat kisah nyata ini. Menurutnya, perjalanan Fanny dan almarhum Hajime menyimpan pesan tentang cinta, keteguhan, dan makna keluarga.

Cerita Fanny saya rasa sudah amat menginspirasi begitu banyak orang dan semua merasa terharu melihat bagaimana perjuangannya. Dari awal berkenalan dengan almarhum Hajime Kondoh sampai usahanya untuk mendapatkan Baby Kazkaz,

Andi menghargai kepercayaan Fanny menyerahkan kisah hidupnya untuk diadaptasi. Tim produksi berharap film Baby Udon dapat memberi inspirasi, terutama bagi pasangan yang tengah berjuang membangun keluarga.

Baby Udon kini memasuki tahap penggarapan lebih lanjut dengan target menyajikan kisah nyata yang penuh empati dan hormat kepada tokoh yang terlibat.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait