BPOM: 3 Manfaat Kerja Sama dengan USP untuk Pengawasan Obat dan Pangan
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan United States Pharmacopeia (USP) memberikan tiga manfaat konkret untuk pengawasan obat dan pangan di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan MoU dan simposium BPOM-USP di Jakarta Timur, Rabu, 22 Juli 2026.
Standar USP sebagai acuan tunggal
Taruna mengatakan manfaat pertama adalah penggunaan standar USP sebagai acuan resmi BPOM. Dengan mengadopsi standar internasional, BPOM tidak perlu lagi menyusun standar ulang untuk banyak produk.
Menurutnya, penggunaan referensi yang diakui secara internasional mempercepat proses pengawasan dan memastikan parameter mutu yang konsisten.
"Dari USP standar, misalnya produk kemikal, produk biologi, dan sebagainya, kita ada parameter standar, itu yang keuntungan pertama. Tidak perlu lagi kita melakukan tera ulang di negara kita, karena kita sudah ada referensi,"
Penguatan kapasitas SDM lewat pelatihan
Manfaat kedua berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. BPOM mendapatkan akses program pelatihan yang difasilitasi oleh USP di sejumlah negara seperti Amerika dan India.
Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknologi produk biologi dan standar baru, termasuk terapi genetik, terapi RNA, terapi DNA, terapi dendritik, serta biosimilar. Taruna menekankan materi-materi ini jarang didapatkan secara mendalam di dalam negeri.
"Kalau produk-produk yang lama kan kita sudah biasa di fakultas farmasi sudah diajarkan. Tapi standar-standar baru kayak terapi genetik, terapi RNA, terapi DNA, terapi dendritik, terapi biologi, biosimilar itu susah bange, dia punya ilmunya,"
Alih teknologi dan pembaruan laboratorium
Manfaat ketiga yang disebutkan adalah alih teknologi dan pembaruan fasilitas laboratorium. Kerja sama ini juga melibatkan kolaborasi dengan Asian Development Bank untuk memperbarui kapasitas laboratorium BPOM.
Taruna menyebutkan pembaruan laboratorium akan mendukung pengujian yang lebih kompleks dan meningkatkan kredibilitas hasil pengawasan di tingkat internasional.
Dampak dan prospek ke depan
Secara keseluruhan, Taruna menilai ada tiga manfaat konkret yang sudah dirasakan BPOM: acuan standar internasional, pengembangan SDM melalui pelatihan, serta alih teknologi dan pembaruan laboratorium. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada USP atas dukungan tanpa biaya pada beberapa program pelatihan.
Ke depan, implementasi standar USP dan peningkatan kapasitas diharapkan memperkuat kepercayaan internasional terhadap standar produk obat dan pangan Indonesia. Langkah berikutnya adalah penguatan penerapan teknis di lapangan dan monitoring berkelanjutan agar manfaat kerja sama ini berkelanjutan.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
P.O Block B Alami Cedera Ringan Usai Kecelakaan di Pulau Jeju
P.O anggota Block B mengalami luka ringan akibat kecelakaan saat berlibur di Pulau Jeju pada 19 Juli 2026; k...
Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup 2026 lewat 'Maui Hook'
Tongkat kayu 'Maui Hook' mewakili Indonesia dan memenangkan Stick Nation Wood Cup 2026 melalui voting publik...
Jessica Chastain Bikin Merinding di Trailer 'Other Mommy'
Trailer 'Other Mommy' menampilkan Jessica Chastain sebagai sosok menyeramkan; adegan transformasi membuat pe...
‘Jangan Buang Ibu’ Raih 3,2 Juta Penonton dan Debut di Malaysia
Film keluarga 'Jangan Buang Ibu' meraih 3,2 juta penonton dan mulai tayang di Malaysia sejak 16 Juli 2026.
Fakta Unik Koala: 8 Hal yang Perlu Diketahui
Koala, marsupial Australia, punya kantung unik, sidik jari mirip manusia, tidur 18–22 jam, dan hanya makan s...
LSF Ajak Masyarakat Jadi Penonton Kritis Lewat GNBSM
LSF mengajak masyarakat jadi penonton kritis lewat GNBSM, mendorong pemeriksaan klasifikasi usia sebelum men...