Aldo Pratama Jadikan Asian Games 2026 Tolok Ukur Fencing Asia
Aldo Pratama Arjoni, satu-satunya atlet putra Indonesia cabang fencing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, menyatakan ajang itu menjadi tolok ukur kemampuan dan level persaingan Asia yang sudah mendekati standar dunia. Pertandingan berlangsung di Aichi Sky Expo, Selasa, 22 September 2026, ketika Aldo melaju hingga babak 32 besar sebelum kalah dari wakil tuan rumah.
Hasil dan kronologi pertandingan
Aldo tampil di nomor men's foil individual dan melaju dari babak penyisihan pool round ke babak 32 besar. Di babak tersebut ia ditaklukkan oleh Kyousuke Matsuyama dengan skor 4-15.
Matsuyama adalah bagian dari tim Jepang yang meraih medali emas beregu di Olimpiade Paris 2024, sehingga lawan yang dihadapi Aldo termasuk atlet papan atas dunia. Meski kalah telak, Aldo menilai pengalaman melawan atlet Olimpiade memberi banyak pelajaran teknis dan mental.
Asian Games menggambarkan bagaimana anggar kelas dunia itu. Di level Olimpiade dan World Cup pun, yang menguasai benua Asia seperti Jepang, Korea, Hong Kong,
Evaluasi permainan Aldo
Aldo mengakui perbedaan pengalaman dan kecepatan permainan terasa saat menghadapi lawan kelas dunia. Namun ia menilai permainannya cukup memberi perlawanan dan membuat lawan kesulitan mendapatkan poin.
Pengalamannya dari segi permainan memang berbeda, tapi saya bisa bermain dan membuat dia cukup kesulitan untuk mendapatkan poin. Saya juga bisa menikmati permainannya.
Sebelum memasuki babak 32 besar, Aldo melewati pool round yang menurutnya masih menyisakan kelemahan pada fleksibilitas dan konsistensi. Ia mengakui sempat merasa kaku dan membuat beberapa kesalahan, tetapi berhasil memenangkan satu pertandingan pool sehingga lolos ke fase gugur.
Pelajaran teknis dan target ke depan
Dari pengalaman menghadapi atlet top Asia, Aldo menyebut aspek kecepatan, pengambilan keputusan, dan pengalaman bertanding sebagai hal penting yang perlu ditingkatkan. Ia menilai para juara dunia unggul pada tempo dan detail teknis yang membedakan level permainannya.
Saya banyak banget mengambil detail-detail cara juara dunia bermain di dalam permainan. Speed mereka pastinya beda level sama kita. Semoga ke depannya saya bisa terus stay untuk mencapai level mereka,
Catatan untuk nomor women's epee
Selain Aldo, Indonesia menurunkan Fadilah Aprilia di nomor women's epee. Fadilah tampil di Pool 1 dan menghadapi sejumlah atlet papan atas, termasuk Song Se-ra dari Korea Selatan yang menempati peringkat satu dunia.
| Atlet | Pertandingan | Hits Scored | Hits Received | Peringkat |
|---|---|---|---|---|
| Fadilah Aprilia | 6 | 12 | 30 | 31 |
Fadilah belum meraih kemenangan di enam pertandingan pool, sehingga tersingkir dari persaingan menuju fase berikutnya. Data pertandingan menunjukkan masih ada jarak yang perlu dikejar untuk meningkatkan daya saing di level Asia.
Secara keseluruhan, penampilan kedua atlet ini memberikan gambaran jelas tentang seberapa ketat persaingan anggar di Asia dan aspek teknis yang harus dipercepat oleh Indonesia melalui program pembinaan, kompetisi internasional, dan pengalaman bertanding yang lebih intensif.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Tiga Pemain Persita Dipanggil Timnas di Jeda Internasional
Tiga pemain Persita—Ganet, Kozubaev, dan Dion Markx—dipanggil timnas; Tamirlan absen karena cedera, Dion ber...
Generasi Muda Bandung Angkat Budaya Indonesia di Panggung Sekolah
Lima tim SMP menampilkan karya panggung yang menggabungkan budaya dan modernitas, dari Srikandi hingga legen...
Widya Nurbaiti Bawa GPS Bandung ke Final Honda DBL 2026
Widya Nurbaiti mengantar GPS Bandung ke final Honda DBL 2026 usai menang 75-27 atas SMAN 1 Baleendah; ia men...
Denzel Sidharta Jadi Andalan Trimulia di Honda DBL 2026
Denzel Sidharta masuk skuad Trimulia dan jadi ruki andalan di Honda DBL 2026, membantu tim melaju ke Fantast...
Tersingkir Tipis, Akbal Sarengat Gagal ke Fantastic Four DBL
Akbal Sarengat dan SMAN 8 Bandung tersingkir dari Honda DBL West Java-East usai kalah tipis 16-18 dari BPK P...
Marshall Farez Bawa SMAN 2 Bandung ke Fantastic Four Honda DBL 2026
Marshall Farez cetak 15 poin dan tujuh rebound, bawa SMAN 2 Bandung menang 45-21 dan ke Fantastic Four Honda...