Tersingkir Tipis, Akbal Sarengat Gagal ke Fantastic Four DBL
SMAN 8 Bandung kembali harus mengubur sementara ambisi mereka ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day West Java-East setelah kalah tipis 16-18 dari SMA BPK Penabur Cirebon di babak delapan besar. Kekalahan ini menjadi pengalaman pahit bagi Raden Mas Muhammad Akbal Sarengat, yang untuk kedua kali berturut-turut tersingkir akibat selisih tipis.
Kekalahan tipis yang mengulang musim lalu
Musim lalu SMAN 8 Bandung juga gagal melaju karena kalah 32-35 dari SMAN 9 Bandung. Tahun ini cerita serupa kembali terulang, namun dengan margin hanya dua poin. Pertandingan berjalan ketat dan momentum sering berganti, tetapi waktu menjadi faktor penentu.
Persiapan dan harapan yang hampir tercapai
Akbal dan tim menyatakan telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Mereka menggunakan evaluasi dari musim lalu untuk meningkatkan permainan dan menjaga ritme selama turnamen.
"Pastinya sedih banget. Selama dua tahun itu hampir selalu ke Fantastic Four lho. Tahun lalu cuma beda tiga poin. Tahun ini cuma beda dua poin. Nyesek,"
Akbal menjelaskan timnya merasa mampu menembus empat besar. Kekecewaan muncul karena usaha matang itu nyaris berbuah hasil positif, namun selisih tipis menghalangi langkah mereka.
Momen penentu: tembakan tiga angka di detik terakhir
Menjelang akhir pertandingan, Delapan sempat menyalakan kembali asa. Dengan sisa waktu lima detik, Akbal melepaskan tembakan tiga angka yang masuk dan menambah dramatisnya laga. Namun, gol tersebut merupakan satu-satunya poin yang dicetaknya sepanjang empat kuarter, dan waktu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
"Deja vu sih. Takut kalau kejadian tahun lalu kembali terulang. Ternyata kan benar, kita sempat dapat momentum tapi kita juga kehabisan waktu,"
Akbal menilai jika ada tambahan beberapa detik, peluang membawa pertandingan ke babak tambahan terbuka. Ia yakin timnya masih berpeluang besar untuk berbalik unggul bila waktu cukup.
Implikasi dan langkah ke depan
Kekalahan ini menandai dua kali berturut-turut SMAN 8 Bandung tersingkir di fase delapan besar akibat margin sangat tipis. Meski kecewa, pengalaman ketat seperti ini memberi bahan evaluasi berharga untuk latihan dan strategi ke depan. Tim diperkirakan akan kembali fokus pada perbaikan eksekusi akhir laga dan manajemen waktu saat menghadapi pertandingan penting.
Hingga saat ini, nasib SMAN 8 Bandung di turnamen tersebut berakhir di babak delapan besar, sementara SMA BPK Penabur Cirebon melaju ke babak berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kevin Diks Ditunjuk Kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN 2026
Kevin Diks dipercaya jadi kapten Timnas Indonesia menggantikan Jay Idzes saat FIFA ASEAN 2026; tim sudah sia...
UNS Rebut Dua Gelar di Campus League 2026 Badminton
UNS Surakarta merebut dua gelar di Campus League 2026 Badminton di GOR Bandung; kompetisi diikuti 161 atlet...
UNS Dominasi Campus League 2026 dengan Dua Gelar Ganda
UNS merebut dua gelar ganda di Campus League 2026 Bandung; turnamen diikuti 161 atlet dari 26 universitas se...
SMPN 2 Bandung Juara Junior DBL West Java 2026, Tundukkan SMPN 7 42-32
SMPN 2 Bandung juara Junior DBL West Java 2026 putri setelah menundukkan SMPN 7 Bandung 42-32 di Bandung Are...
Mutiara Kalah, Indonesia Gagal ke Final Bulu Tangkis Asian Games
Indonesia gagal ke final beregu putri Asian Games 2026 setelah Mutiara Ayu Puspitasari kalah 15-21, 12-21 da...
CdM Todotua: Peluang Tambah Medali Indonesia Masih Terbuka
CdM Todotua: peluang Indonesia menambah medali Asian Games 2026 masih terbuka; 74% nomor berlaga sampai 4 Ok...